Jurnal Ilmiah WIDYA 26 Volume 2 Nomor 2 Mei-Juli 2014 PERENCANAAN KEHIDUPAN BERKELUARGA OLEH REMAJA SMA DI KABUPATEN MALANG Nucke Widowati Kusumo Projo dan Christiayu Natalia Sekolah Tinggi Ilmu Statistik E-mail: nucke@stis.ac.id Abstrak: Remaja adalah modal bagi pembangunan bangsa di masa depan yang harus mempersiapkan dirinya mencapai cita-cita termasuk merencanakan kehidupan berkeluarganya. Namun, masih terdapat indikasi adanya perilaku perencanaan kehidupan berkeluarga yang kurang baik seperti yang terjadi pada remaja diKabupaten Malang. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari variabel pengetahuan dan sikap terhadap perilaku perencanaan kehidupan berkeluarga pada siswa kelas X dan XI SMA/Sederajat di Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah stratified cluster sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan Structural Equation Modeling (SEM). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan: (1) variabel pengetahuan dan sikap secara langsung memengaruhi perilaku perencanaan kehidupan berkeluarga. (2) Pengetahuan juga secara tidak langsung berpengaruh terhadap perilaku perencanaan kehidupan berkeluarga melalui sikap. Oleh karena itu, Badan Keluarga Berencana (BKB) Kabupaten Malang dan SMA/Sederajat di Kecamatan Tumpang hendaknya bekerjasama untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang perilaku perencanaan kehidupan berkeluarga melalui penyuluhan yang lebih efektif. Kata kunci: perilaku perencanaan kehidupan berkeluarga, remaja, Structural Equation Modeling. Abstract: Teenagers are one of investments of the country and they should prepare their capacity buildings include family life planning. However, there are indications of family life planning behavior is not good as it occurs in adolescents in Malang. This study aims to determine the effect of the variables of knowledge and attitude towards family life planning behavior in tenth and eleventh grade of Senior High School / equivalent in District Tumpang Malang. This research used stratified cluster sampling as sampling method. The analytical methods for this research are descriptive analysis and Structural Equation Modeling (SEM). The results as follow: (1) variables of knowledge and attitude affectsdirectlyto the adolescent’s behavior of family life planning. (2) Knowledge also indirectly affects the behavior of family life planning through attitude. Therefore, the Family Planning Board (BKB) and Malang Regency High School / equivalent in District Overlapping should work together to improve students' knowledge of family life planning behavior through a more effective counseling. Key words: behavioral family life planning, adolescent, structural equation modeling. PENDAHULUAN Latar belakang penelitian ini adalah bahwa terdapat indikasi kondisi remaja Indonesia yang masih belum melakukan perencanaan kehidupan berkeluarga dengan baik seperti banyaknya prilaku remaja yang tidak sehat, tingginya persentase perkawinan wanita usia muda, dan tingginya tingkat perceraian. Ketiga hal ini dapat menunjukkan belum adanya perencanaan kehidupan berkeluarga yang baik pada remaja di Kabupaten Malang khususnya di Kecamatan Tumpang yang memiliki persentase perkawinan wanita usia muda tertinggi di Kabupaten Malang. Perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja harus dilakukan agar remaja dapat mempersiapkan diri untuk memasuki kehidupan berkeluarga di masa yang akan datang. Pemerintah melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) telah mencanangkan berbagai program yang menjadikan remaja sebagai sasaran program, salah satunya adalah Perencanaan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR). Muadz, dkk (2010) menyatakan bahwa perencanaan kehidupan berkeluarga bagi Remaja (PKBR) adalah suatu program untuk memfasilitasi terwujudnya Tegar Remaja, yaitu remaja yang berperilaku sehat, terhindar dari resiko Trias Kesehatan Reproduksi Remaja (Seksualitas, Napza, HIV dan AIDS), menunda usia pernikahan, mempunyai perencanaan kehidupan berkeluarga untuk mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera serta menjadi contoh, model, idola dan sumber informasi bagi teman sebayanya. Sehubungan dengan sikap dan pengetahuan, Dariyo (2004) menyatakan bahwa sikap merupakan predisposisi (penentu) yang memunculkan adanya perilaku yang sesuai dengan sikapnya. Sikap tumbuh, diawali dari pengetahuan yang dipersepsikan sebagai sesuatu hal yang baik (positif) ISSN-L 2338-3321 ISSN 2337-6686