JURNAL NASIONAL TEKNOLOGI DAN SISTEM INFORMASI - VOL. 05 NO. 03 (2019) 148-157 Terbit online pada laman : http://teknosi.fti.unand.ac.id/ Jurnal Nasional Teknologi dan Sistem Informasi | ISSN (Print) 2460-3465 | ISSN (Online) 2476-8812 | https://doi.org/10.25077/ TEKNOSI.v5i3.2019.148-157 Attribution-NonCommercial 4.0 International. Some rights reserved Studi Kasus Perancangan Model Bisnis Pembayaran Non Tunai untuk Pengelolaan Transaksi Jasa Laundry Pada Tiara Laundry Padang Ricky Akbar a* , Meza Silvana b , Afdhal Zikri c a ,b ,c Jurusan Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi Universitas Andalas INFORMASI ARTIKEL ABSTRACT Sejarah Artikel: Diterima Redaksi: 01 April 2019 Revisi Akhir: 06 Januari 2020 Diterbitkan Online: 15 Januari 2020 Saat ini model bisnis yang terjadi pada Tiara Laundry masih dilakukan secara manual dengan menggunakan kertas dalam melakukan pencatatan transaksi. Sebagai usaha laundry yang terus berkembang, proses transaksi yang masih manual ini menimbulkan berbagai permasalahan, seperti menumpuknya arsip transaksi laundry yang membuat Tiara Laundry kesusahan dalam hal perekapan data transaksi, serta lambatnya aliran informasi seringkali membuat Tiara Laundry tidak optimal dalam melaksanakan operasionalnya, termasuk dalam hal bertransaksi. Untuk itu dilakukan penelitian ini dengan tujuan membangun sebuah model bisnis pembayaran non tunai dalam melakukan pengelolaan transaksi Jasa Laundry. Pengelolaan data transaksi melalui penerapan transaksi pembayaran non tunai ini memanfaatkan teknologi QR Code yang merupakan salah satu solusi untuk dijadikan jawaban dalam permasalahan tersebut. Pemanfaatan teknologi QR Code dapat membuat proses pembayaran untuk transaksi jasa laundry lebih cepat, efisien dan nyaman. Metodologi penelitian yang digunakan dalam merancang model bisnis ini adalah studi literatur sebagai landasan teori, pengumpulan data berupa observasi dan wawancara, serta menggunakan metode pengembangan sistem waterfall. Adapun hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah usulan dari model bisnis yang baru dan sebuah aplikasi pembayaran non tunai untuk pengelolaan transaksi jasa laundry dalam membantu dan mempermudah kegiatan operasional pada Tiara Laundry. KATA KUNCI Pembayaran Non Tunai, Mobile dan Web Application KORESPONDENSI E-mail: ricky@fti.unand.ac.id* 1. PENDAHULUAN Indonesia memiliki potensi pengembangan instrumen sistem pembayaran non tunai yang sangat besar[1]. Adanya peningkatan penggunaan alat pembayaran elektronik yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, adanya kemudahan dalam penggunaan dan pengembangan teknologi, kecenderungan dan tuntutan masyarakat untuk bertransaksi dengan menggunakan instrumen yang lebih efisien dan aman, serta beberapa keunggulan instrumen non tunai dibandingkan dengan penggunaan uang tunai, telah mendorong berkembangnya sistem pembayaran non tunai pada dunia usaha, baik itu usaha besar maupun usaha menengah dan kecil seperti usaha jasa laundry[2]. Tiara Laundry merupakan salah satu usaha jasa laundry yang cukup besar di kota Padang. Dari hasil pengamatan dan wawancara, dengan dua outlet yang telah dimilikinya, Tiara Laundry mampu menerima pesanan jasa laundry rata-rata 20-40 transaksi per bulannya. Salah satu keunikan Tiara Laundry adalah adanya sistem deposit yang diberikan kepada member yang telah terdaftar di Tiara Laundry, dengan sistem deposit ini, member akan mendapat kemudahan dalam hal pembayaran jasa laundry saat bertransaksi di Tiara Laundry, namun penerapan sistem deposit ini seringkali membuat repot karyawan/pemilik laundry, terutama dalam hal pengontrolan sisa deposit setiap member, hal ini terjadi karena mekanisme sistem yang belum baik. Tiara Laundry dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya, termasuk dalam hal transaksi masih menggunakan sistem manual yang belum terkomputerisasi. Akibatnya kemungkinan akan terjadinya error dalam kegiatan operasional dan transaksi rawan terjadi, selain itu, transaksi pada usaha laundry yang nilainya kecil seringkali membuat karyawan laundry kesulitan dalam pengembalian uang pembayaran dari pelanggan. Oleh sebab itu untuk mengatasi permasalahan yang telah disebutkan sebelumnya, maka perlu dirancang sebuah model bisnis baru yang