Jurnal Teknologi Informasi dan Terapan (J-TIT) Vol. 7 No. 1 Januari-Juni 2020 ISSN: 2580-2291 DOI: https://doi.org/10/25047/jtit.v7i1.122 ©2020 JTIT 6 Perencanaan Knowledge Management System Untuk Tata Kelola Perguruan Tinggi Supit Mamuaya Magister Manajemen Sistem Informasi Universitas Bina Nusantara Jakarta, Indonesia supitebook@gmail.com Mihuandayani Teknik Informatika STMIK Multicom Bolaang Mongondow, Indonesia mihuandayani20@gmail.com Harisno Magister Manajemen Sistem Informasi Universitas Bina Nusantara Jakarta, Indonesia harisno@binus.edu Rillya Arundaa Teknik Informatika STMIK Multicom Bolaang Mongondow, Indonesia rill.christy@gmail.com AbstractA variety of knowledge, especially for universities in making standards, is one of the important things to be managed and documented. The standard drafting process is carried out by the drafting team in holding meetings and meetings directly. Constraints arise when in the drafting process, the drafting team is difficult to determine the time of meeting the standard discussion directly due to busyness and work constraints. In addition, the unavailability of online media repositories for the PPEPP process is another obstacle because the standard documents that have been discussed are only printed and stored as campus files. This storage process is vulnerable to damage, loss, and sometimes it is difficult to do a search if it is merged with other documents. STMIK Multicom management system is not yet available that can accommodate these knowledge. Thus, to ensure the flexibility and changes of STMIK Multicom to keep up with technological developments, a system that can accommodate individual and organizational knowledge in one portal is needed so that the sharing process becomes easier. The method used in this study is the model of Knowledge Management System Life Cycle (KMSLC). Through a systematic Knowledge Management System application development plan, the results of system testing conducted on respondents as system users obtained results of 81.16% as the value of benefits for the evaluation of KMS application planning. KeywordsKnowledge Management System; University; PPEPP AbstrakBerbagai pengetahuan khususnya bagi Perguruan Tinggi dalam melakukan penyusunan standar merupakan salah satu hal penting untuk dapat dikelola dan didokumentasikan. Proses penyusunan standar dilakukan oleh tim penyusun dengan mengadakan rapat dan pertemuan secara langsung. Kendala muncul ketika dalam proses penyusunannya, tim penyusun sulit menentukan waktu pertemuan pembahasan standar secara langsung disebabkan oleh kesibukan dan kendala pekerjaan. Selain itu, belum tersedianya media repository online untuk proses PPEPP menjadi kendala lainnya sebab dokumen-dokumen standar yang telah dibahas hanya dicetak dan disimpan sebagai arsip dilemari/rak kampus. Proses penyimpanan seperti ini rentan terjadi kerusakan, kehilangan, dan kadang sulit untuk melakukan pencarian jika sudah tergabung dengan dokumen lainnya. STMIK Multicom belum tersedia sistem manajemen yang dapat menampung pengetahuan-pengetahuan tersebut. Sehingga, untuk menjamin fleksibilitas dan perubahan STMIK Multicom demi mengikuti perkembangan teknologi, maka dibutuhkan sebuah sistem yang dapat menampung pengetahuan individu dan organisasi dalam satu portal sehingga proses sharing menjadi lebih mudah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Knowledge Management System Life Cycle (KMSLC). Melalui perencanaan pengembangan aplikasi Knowledge Management System yang sistematis, hasil pengujian sistem yang dilakukan pada responden sebagai pengguna sistem diperoleh hasil sebesar 81,16% sebagai nilai manfaat atas evaluasi perencanaan aplikasi KMS. KeywordsKnowledge Management System; Perguruan Tinggi; PPEPP PENDAHULUAN Pesatnya pertumbuhan data dan teknologi telah memicu transformasi data menjadi informasi yang bernilai yang dikenal sebagai pengetahuan [1]. Saat ini, semakin banyak orang menyadari akan nilai pengetahuan dan berbagai cara untuk mendapatkan, mengenali, menangkap, menyimpan, dan memanfaatkannya, sehingga pengetahuan dapat dibagikan; dengan kata lain bagaimana mengelola pengetahuan [2]. Dekade terakhir, pentingnya pengetahuan telah disorot oleh para akademisi dan praktisi [3]. Pengetahuan menjadi dasar persaingan [4], dan pengetahuan telah menjadi sumber utama bagi kekuatan militer, kekuatan ekonomi bangsa-bangsa serta bidang kehidupan lainnya [5]. Banyaknya pengetahuan yang berlimpah membuat banyak organisasi tumbuh dan berkembang mulai dari berbagai sektor bisnis dalam beberapa tahun ini, tidak terkecuali bidang pendidikan [6]. Sehingga, dapat dikatakan bahwa pengetahuan adalah juga sumber utama bagi kekuatan pendidikan. Pendidikan tinggi adalah rumah bagi pengetahuan. Dalam dunia pendidikan khususnya universitas, pengetahuan merupakan suatu aset yang begitu penting di mana pengetahuan diciptakan, digunakan, dan disebarkan kepada orang banyak guna untuk kepentingan bersama. Selama bertahun-tahun, manajemen pengetahuan / Knowledge Management (KM) telah menjadi isu utama dalam strategi manajemen di pendidikan tinggi di seluruh dunia, termasuk di negara-negara berkembang. Pendidikan tinggi dianggap berada dalam "bisnis pengetahuan" karena mereka terlibat dalam penciptaan pengetahuan, diseminasi dan pembelajaran [7]. Sistem manajemen perguruan tinggi merupakan sistem yang unik, paduan antara kepentingan akademik dan bisnis jasa pendidikan [8]. Mencermati pentingnya aset pengetahuan dalam organisasi Pendidikan tinggi maka untuk menjaga agar tidak kehilangan pengetahuan tersebut, organisasi perlu mengelola pengetahuan dengan baik.