The increase of blood creatininee levels and the gastric histopathology of rat after feeding of porang 113 The increase of blood creatininee levels and the gastric histopathology of rat after feeding of porang (Amorphophallus oncophyllus) four treated with Strobilantehes crispa Ernawati 1 , Veriani Aprilia 1 , Retno Pangastuti 2 1 Departement of Nutrition Science, Faculty of Health Sciences, Universitas Alma Ata, Yogyakarta, Indonesia 2 Prof. Dr. Sardjito Hospitals, Yogyakarta, Indonesia Corresponding author: ernawatiey14@gmail.com ABSTRAK Latar belakang: Umbi Porang (Amorphophallus oncophyllus) meru[akan umbi asli Indonesia yang mengandung glucomannan. Glukomanan digunakan sebagai bahan tambahan makanan dan suplemen makanan bagi penderita diabetes, tekanan darah tinggi, konstipasi dan penurunan berat badan. Namun, umbi porang mengandung kalsium oksalat yang menyebabkan gatal jika dikonsumsi oleh karena itu kesiapan persiapan yang tepat. Perendaman dari S. crispa in vivo elah terbukti menurunkan kadar kalsium oksalat. Namun, kelebihan konsumsi kalsium oksalat dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal, terutama pada laju fomerasi glomerulus (GFR) dan mempengaruhi kerja ginjal, yaitu penyerapan dan kreatinin ftrasi. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh porang orang dengan S. crispa (keji beling) terhadap kreatinin darah dan histopatologi lambung tikus (Rattus norvegicus) Wistar pada uji toksisitas akut. Metode: Penelitian ini menggunakan experimental with one test group, without control group. Subjek 20 tikus Wistar betina putih (Rattus norvegicus) dengan berat 110-180 gram, usia 8 - 12 minggu, sehat, dan normal. Kelompok tikus dibagi menjadi Tepung Porang Murni (TPM) dan Tepung Porang dengan ekstrak etanol S. crispa (TPK). Setiap kelompok menggunakan dosis 2000 mg / kg berat badan (BW) dan 5000 mg / kgBB. Data kadar kreatinin dikumpulkan pada 24 dan 72 jam setelah makan juga dikonfrmasikan oleh tikus lambung. Analisis data menggunakan One-Way analysis of ariance (ANOVA). Hasil: Jenis larutan dan frekuensi perendaman tidak berpengaruh pada kadar kalsium oksalat padatepung porang, sedangkan lama perendaman tidak memberi efek. Kadar kreatinin darah tikus meningkat setelah pemberian pakan Tepung Porang urni (TPM) dan Tepung Porang dengan Ekstraksi Keji Beling (TPK) dengan dosis 5000 mg/kgBB. Kesimpulan: Pemberian tepung porang dengan perlakuan ekstrak S. crispa aman sampai dosis 5000 mg/ kgBW. Ini terbukti dengan normalitas waktu di tingkat kadar kreatinin. KATA KUNCI: porang umbi, kalsium oksalat, rongga, kreatinin, uji toksisitas akut. ABSTRACT Background: Porang (Amorphophallus oncophyllus) tuber is the original Indonesian tuber containing glucomannan. Glucomannan is utilized as food additives and food supplements for people who have problems with diabetes, high blood pressure, constipation and weight loss. However, it contains calcium oxalate which causes itchy if it is consumed therefore itness appropriate preparation. Soaking of S. crispa in vivo has proven lowering the levels of calcium oxalate. However, the excess consumption of oxalate calcium can cause renal function disorders, especially at the glomerular fltration rate (GFR) and affects the kidneys work, ie absorption and fltration creatinine. Objectives: The objective of this study is to know the infuence of the porang four with S. crispa (keji beling) on the level of blood creatinine and gastric histopathology of rats (Rattus norvegicus) Wistar on acute toxicity test. Methods: This research used experimental with one test group, without control group design. The subjects were 20 white female Wistar rats (Rattus norvegicus) with the weight of 110-180 grams, ages of 8 - 12 weeks, healthy, and normal. Rats were divided into. Native porang four (TPM) and porang four treated Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics Vol. 6, No. 3, 2018: 113-121 Available online at: http://ejournal.almaata.ac.id/index.php/IJND DOI : http://dx.doi.org/10.21927/ijnd.2018.6(3).113-121