36 Gondang: Jurnal Seni dan Budaya , 2 (1) (2018): 36-44 Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Available online http://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/GDG Makna Pesta Kerja Tahun pada Masyarakat Karo Siosar Pasca Bencana Alam Gunung Sinabung Agung Suharyanto* 1) , Dandy Yosafat Ginting 2) , Kristina Maria Br. Rajagukguk 2) , Nopita Pebrianti 2) , Rabinra M Panggabean 2) , Syafriyenni Tanjung 2) Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Medan Area, Indonesia 2) Program Studi Pendidikan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan, Indonesia Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna kerja tahun dan bentuk perubahan kerja tahun serta untuk mengetahui aturan baru yang ditetapkan dalam pelaksanaan kerja tahun bagi masyarakat karo pasca relokasi ke siosar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskrptif dengan pendekatan kualitatif. Kerja Tahun atau dalam bahasaa Karo Merdang merdem merupakan suatu pesta adat yang dilakukan secara turun temurun oleh kalak Karo di seluruh wilayah taneh Karo dengan tujuan menjaga ketentraman dan keseimbangan bermasyarakat serta membangun komunikasi dengan keluarga yang sudah lama tidak bertemu. Saat ini perubahan yang terjadi pada perayaan pesta tahun pasca relokasi ke siosar itu tidak terlalu tampak yakni Kerja Tahun hanya dijadikan sebagai suatu kebiasaan dan formalitas belaka, tarian adat karo yang sakral sedikit berubah menjadi hiburan biasa bagi kalangan muda maupun tua, kemudian beberapa alat musik pun berubah dan diminimalisir jumlah menjadi alat musik kibot karo yang mencakup suara dari beberapa alat musik. peraturan yang Ditetapkan dalam Pelaksanaan Kerja Tahun Pasca Relokasi ke Siosar tersebut masih tetap seperti semula. Kata Kunci : Pesta Kerja Tahun, Tradisi, Masyarakat Karo Abstract This study aims to determine the meaning of work year and year changes form of work and to know the new rules set in the implementation of the work of the year for the community karo post relocation to the siosar. This research uses descriptive research method with qualitative approach. Work Year or in Karo Merdang merdem is a traditional festival conducted by hereditary Karo throughout Karo region with the aim of maintaining the tranquility and balance of society and establishing communication with families that have not met for a long time. Currently the changes that occur in the celebration of the post-relocation year to the siosar is not very visible ie Year Work is only used as a custom and formality, the traditional dance karo dance little changed into ordinary entertainment for young and old, then some musical instruments changed and minimized the number into a karo kibot music instrument that includes the sound of some musical instruments. the regulations stipulated in the Post-Relocation Year Work Period to Siosar still remain as before. Keywords: Working Party Year, Tradition, Karo Society How to Cite: Suharyanto, A. Ginting, D.Y. Rajagukguk, K.M.B. Pebrianti, N. Panggabean, R.M. Tanjung. S. (2018). Makna Pesta Kerja Tahun pada Masyarakat Karo Siosar Pasca Bencana Alam Gunung Sinabung. Gondang: Jurnal Seni dan Budaya, 2 (1): 36-44. *Corresponding author: E-mail: agungsuharyanto@staff.uma.ac.id ISSN 2599 – 0594 (Print) ISSN 2599 – 0543 (Online)