Journal of Marine and Aquatic Sciences 4(2), 191-203 (2018) J. Mar. Aquat. Sci. 4: 191-203 (2018) Laju Pertumbuhan Rumput Laut Gracilaria sp Melalui Budidaya IMTA (Integrated Multi Trophic Aquaculture) di Pantai Geger, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali Kadek Yudiastuti a *, I Gusti Bagus Sila Dharma a , Ni Luh Putu Ria Puspitha a a Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana, Kampus UNUD Bukit Jimbaran, Bali 80361, Indonesia * Penulis koresponden. Tel.: +62-821-468-921-99 Alamat e-mail: kadekyudiastuti@gmail.com Diterima (received) 22 Juli 2017; disetujui (accepted) 30 Oktober 2017; tersedia secara online (available online) 31 Oktober 2017 Abstract Gracilaria sp is red alga which belong to class rhodophyceae. It can grow in shallow salt water with a general characteristic is having a cylindrical and branched thallus form. Seaweed cultivation can be performed through IMTA (Integrated Multi Trophic Aquaculture) method. The basic principle of cultivation through the IMTA method is utilizing service of the low thropic level species in marine ecosystems, such as shells and seaweed. This method is believed to be able to overcome the environmental problems caused by cultivation activities, such as feces and uneaten feed. This research was perfomed 45 days, from February 25 to April 11, 2017. It was held at Geger Beach, Nusa Dua, Badung Regency, Bali, using a complete randomized design method that consist of three treatments and three repetition for each treatment. Treatment control (T1) consisted of 10 bunches of seaweed 100 grams without the abalone, treatement 2 (T2) consisted of 10 bunches of seaweed 100 grams and 20 abalones and treatement 3 (T3) consisted of 10 bunches of seaweed 100 grams and 40 abalones. The result showed that specific growth rate in Gracilaria sp. was highest in treatment T1, compared to treatment T2 and T3. This was caused by the cage construction of abalone amd the present of small mesh size net to cover the seaweed planting, which made the growth was not optimal. However, the use of a nets system in seaweed cultivation could minimize the loss of thallus. It was proved by the survival rate of seaweed in first, second and third, that is averagely high, ranging from 90% to 100%. Physical and chemical water quality parameters are also measured, and It showed that the water quality was suitable for the cultivation of both, seaweed and abalone. Keywords: Geger Beach ; Gracilaria sp; growth rate; H. squamata; IMTA Abstrak Rumput laut Gracilaria sp termasuk dalam kelas rhodophyceae atau ganggang merah, dapat tumbuh dilaut dangkal, dengan ciri-ciri umumnya mempunyai bentuk thallus silindris dan bercabang. Budidaya rumput laut dapat dilakukan melalui budidaya IMTA (Integrated Multi Trophic Aquaculture). Prinsip dasar dari budidaya melalui metode IMTA adalah dengan memanfaatkan layanan spesies tingkat rendah pada ekosistem laut seperti kerang dan rumput laut. Cara ini diyakini dapat mengatasi permasalahan lingkungan akibat kegiatan budidaya seperti kotoran dan pakan yang tidak dimakan. Penelitian ini dilakukan selama 45 hari pada tanggal 25 Februari 2017 hingga 11 April 2017. Penelitian dilaksanakan di Pantai Geger, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Provinsi Bali dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan tiga perlakuan dan tiga pengulangan. Perlakuan kontrol (T1) terdiri dari 10 rumpun rumput laut dengan 100 gram tanpa abalon, perlakuan 2 (T2) terdiri dari 10 rumpun rumput laut dengan 100 gram dan 20 abalon dan perlakuan 3 (T3) terdiri dari 10 rumpun rumput laut dengan 100 gram dan 40 abalon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan spesifik pada rumput laut Gracilaria sp tertinggi pada perlakuan T1 (kontrol) dibandingkan dengan perlakuan T2 dan T3. Hal ini disebabkan oleh kontruksi dari pemeliharaan abalon dan ukuran jaring yang kecil menutupi penanaman rumput laut, sehingga pertumbuhannya tidak optimal. Namun penggunaan sistem jaring dapat meminimalkan hilangnya thallus. Hal ini dibuktikan dengan tingkat kelangsungan hidup rumput laut pada perlakuan pertama, kedua dan ketiga, rata-ratanya tinggi berkisar 90%-100%. Parameter kualitas air fisika dan kimia yang diukur, dalam hal ini menunjukkan bahwa kualitas air cocok untuk budidaya rumput laut dan abalon. Kata Kunci: Gracilaria sp; H. squamata; IMTA; laju pertumbuhan; Pantai Geger