277 Jurnal Panggung V30/N2/06/2020 Kearifan Lokal Hajat Laut Budaya Maritim Pangandaran Kearifan Lokal Hajat Laut Budaya Maritim Pangandaran Yanti Heriyawati, Een Herdiani, Ipit Saefdier Dimyati Pascasarjana Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung Jl. Buahbatu No.212 Bandung 40265 Tlp. 08179229077 email:yheriya@gmail.com ABSTRACT Hajat Laut (sea celebration) as a tradition of Pangandaran coastal community has been changing as the changing of the people’s social structure. Pangandaran, a regency which is famous of sea tourism object, still maintains the ritual of Hajat Laut containing local wisdom. This writing is aimed at analyzing how Hajat Laut as a primordial cultural heritage of nautical community adapts with the social economy development of the people. Mircea Eliade’s view is applied to trace the old views containing local wisdom. Meanwhile, Thomas Kuhn’s proposition bridges the discussion on paradigm dynamics toward the events of Hajat Laut. in addition to literature study, the data are obtained through observation based on characteristics of qualitative research. The result shows that Hajat Laut as the heritage of primordial society passes through an interpretation process from each of the generations. The anomaly existing in the process of paradigm debates place Hajat Laut in the presence and position adjusting to the live development need of Pangandaran society as a tourism city. At the same time, the economic, social, and religious needs are fulflled by keep maintaining the local wisdom of the culture. Keywords: local wisdom, hajat laut, coastal, Pangandaran ABSTRAK Hajat Laut sebagai tradisi masyarakat pesisir Pangandaran telah mengalami perubahan dengan perubahan struktur sosial masyarakatnya. Pangandaran sebagai kabupaten yang terkenal dengan objek wisata laut ini masih menyimpan ritual Hajat Laut yang bermuatan kearifan lokal. Tulisan ini bertujuan mengkaji bagaimana Hajat Laut sebagai warisan budaya primordial masyarakat laut mengalami proses adaptasi dengan perkembangan sosial ekonomi masyarakatnya. Pemikiran Mircea Eliade digunakan untuk menelusuri jejak-jejak pemikiran lama yang bermuatan kearifan lokal. Sementara pandangan Thomas Kuhn menjembatani dalam pembahasan dinamika paradigma terhadap peristiwa Hajat Laut. Selain studi pustaka, data- data penelitian dikumpulkan melalui observasi berdasarkan karakteristik penelitian kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa, Hajat Laut sebagai warisan masyarakat primordial melewati proses interpretasi dari setiap generasinya. Anomali yang terjadi dalam proses perdebatan paradigma menempatkan Hajat Laut kini hadir dan mengalir sesuai dengan perkembangan kebutuhan hidup masyarakat Pangandaran, sebagai kota wisata. Secara bersamaan pemenuhan kebutuhan ekonomi, sosial, dan religi terpenuhi dengan tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal budayanya. Kata Kunci: kearifan lokal, hajat laut, pesisir, Pangandaran PENDAHULUAN Kearifan lokal merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan. Terdapat nilai- nilai yang mengajarkan tentang kehidupan diwariskan oleh leluhur sebagai sebuah tradisi turun temurun. Manusia yang lekat kehidupannya dengan sumber daya alam memerlukan pemahaman tentang cara-cara pemanfaatan alam tersebut. Konservasi perlu dilakukan berlandaskan pemahaman