E-ISSN : 2540 - 8984 JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Volume 04, Nomor 02, Desember 2019 : 78 – 87 78 PREDIKSI HASIL PERTANIAN PADI DI KABUPATEN KUDUS DENGAN METODE BROWN’S DOUBLE EXPONENTIAL SMOOTHING Mohammad Nur Fawaiq 1) , Ahmad Jazuli 2) , Muhammad Malik Hakim 3) 1, 2, 3) Teknik Informatika, Universitas Muria Kudus Gondangmanis, PO Box 53, Bae, Kudus 59352 e-mail: 201651085@std.umk.ac.id 1) , ahmad.jazuli@umk.ac.id 2) , malik.hakim@umk.ac.id 3) ABSTRAK Pertanian termasuk sektor yang mempunyai peran strategis, karena merupakan sumber utama penghidupan dan pendapa- tan mayoritas masyarakat, sebagai penyedia hasil pangan, penampung lapangan pekerjaan, sebagai sumber devisa dan se- bagai salah satu unsur menjaga kelestarian lingkungan hidup. Tanaman padi masuk ke dalam kelompok tanaman pangan pokok yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Sampai saat ini, lebih dari 50% produksi padi nasional berasal dari areal sawah di Pulau Jawa. Sehingga apabila terjadi penurunan tingkat produksi dan produktivitas padi di Jawa secara drastis, maka akan mempengaruhi ketersediaan beras nasional dan akan berdampak negatif terhadap sektor-sektor lainnya. Prediksi merupakan alat bantu yang penting dalam perencanaan yang efektif dan efisien. Penelitian ini menggunakan metode Brown’s Double Exponential Smoothing untuk menentukan nilai estimasi produksi padi dalam satu tahun yang akan datang. Penerapan metode ini menghasilkan prediksi panen padi di Kabupaten Kudus tahun 2019 sebesar 163.435,90 ton dengan nilai MAPE ± 8,64%. Berdasarkan rata-rata tersebut, kesalahan prediksi termasuk kategori rendah karena kesalahan presentase kurang dari 10%. Kata Kunci: brown’s double exponential smoothing, padi, pertanian, prediksi ABSTRACT Agriculture is a sector that has a strategic role, because it is the main source of livelihood and income for the majority of the community, as a provider of food produce, a source of employment, as a source of foreign exchange and as an element of environmental preservation. Rice plants are included in the staple food crop which is very important for the life of the Indo- nesian people. To date, more than 50% of the national rice production comes from rice fields in Java. So that if there is a drastic decline in rice production and productivity in Java, it will affect the availability of national rice and will have a negative impact on other sectors. Prediction is an important tool in effective and efficient planning. This research uses Brown's Double Exponential Smoothing method to determine the estimated value of rice production in the coming year. The application of this method resulted in predictions of rice harvest in Kudus Regency in 2019 of 163,435.90 tons with a MAPE value of 8.64%. Based on the average, prediction errors are in the low category because the percentage error is less than 10%. Keywords: agriculture, brown's double exponential smoothing, prediction, rice I. PENDAHULUAN NDONESIA dikenal sebagai negara agraris, negara yang maju dalam bidang pertaniannya, sehingga menjadi- kan Indonesia peringkat ketiga produsen beras dunia setelah China dan India. Pertanian termasuk sektor yang mempunyai peran strategis, karena merupakan sumber utama penghidupan dan pendapatan mayoritas masyara- kat, sebagai penyedia hasil dan pangan, penampung lapangan pekerjaan, sebagai sumber devisa dan sebagai salah satu unsur menjaga kelestarian lingkungan hidup [1]. Tanaman padi (Oryza sativa,sp) masuk ke dalam kelompok tanaman pangan pokok yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Sampai saat ini, lebih dari 50% produksi padi nasional berasal dari areal sawah di Pulau Jawa. Sehingga apabila terjadi penurunan tingkat produksi dan produktivitas padi di Jawa secara drastis, maka akan mempengaruhi ketersediaan beras nasional dan akan berdampak negatif terhadap sektor-sektor lainnya [2]. Dalam dunia yang serba digital saat ini, penggunaan teknologi seperti aplikasi dalam berbagai bidang terus dil- akukan, tidak terkecuali dalam sektor pertanian yang merupakan sektor perekonomian utama di Indonesia meng- ingat sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup di bidang pertanian. Prediksi merupakan alat bantu yang penting dalam perencanaan yang efektif dan efisien. Di Kabupaten Kudus sendiri belum ada sistem prediksi digital, hal ini menjadi masalah bagi dinas terkait dalam mengidentifikasi potensi I