PENGARUH PAKET MOBILISASI TERHADAP STATUS FUNGSIONAL PASIEN STROKE Leli Mulyati, Hermansyah Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Bengkulu, Jurusan Keperawatan, Jalan Indragiri Nomor 03 Padang Harapan Bengkulu liemulya@gmail.com Abstract : Patients who got stroke should be took rehabilitation program. Furthermore, the ability for life reorganization to reach optimal health level. Especially for neurologic function af- ter stroke attacked, for preventing disability and gain quality of their life. Nursing intervention at acute phase is important to establish for supporting reorganization of patient functions. One of that interventions is training the patient to do structured early mobilization. Aims of this study is to identified influenced of early mobilization against functional state of patient who got stroke. This was a descriptive study, a quasi experimental study. There were two group of study, divided to intervention group and control group. The samples of this study were stroke patient at Stroke Unit in M.Yunus Hospital of Bengkulu with total amount 64 respondents, wich picked by con- secutive sampling. Measurement of functional status using the NIHSS score, which was meas- ured on admission to hospital and the time the patientat discharge. The results showed an average NIHSS scores of stroke patients on admission is 11.56, SD 5.58 (moderate stroke). Mean- while,the average NIHSS score when out of the hospital was 8.89, SD 7.6 (moderate stroke).Mean score for improved NIHSS patient who done structured training of mobilization is 4.87, SD 4.42 and score for patient who didn’t do training is 0.313, SD 4.46. After statistic test showed that p value = 0.000 < alpha. It’s mean that there were significantly differences between NIHSS score for the patient who got structured early mobilization and who didn’t. Structured early mobilization must be establish, and it’s need collaboration from patient and family. Key words :early mobilization, functional status, stroke Abstrak : Pasien yang mengalami stroke harus berupaya untuk mengoptimalkan kembali fungsi neurologis pasca serangan untuk mencegah kecacatan dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Tindakan keperawatan fase akut yang dapat dilakukan untuk menunjang pengembalian fungsi tersebut adalah pelaksanaan mobilisasi dini secara terstruktur. Tujuan penelitian untuk mengiden- tifikasi pengaruh mobilisasi dini terhadap status fungsional pasien stroke. Rancangan penelitian ini adalah penelitian quasy eksperimental dengan kelompok intervensi dan kontrol. Pasien stroke akut di unit stroke Rumah Sakit M.Yunus Bengkulu sebagai sampel sebanyak 64 orang. Pengambilan sampel consecutive sampling. Intervensi dilakukan pada kelompok eksperimen selama pasien dirawat. Pengukuran status fungsional menggunakan skor NIHSS, yang diukur saat pasien masuk RS dan saat pasien keluar RS. Hasil penelitian didapatkan skor rata-rata NIHSS pasien stroke saat masuk RS adalah 11.56, SD 5.58 (stroke sedang), sedangkan skor rata- rata NIHSS saat keluar dari RS adalah 8.89 , SD 7.6 (stroke sedang). Rata-rata skor perbaikan NIHSS pasien stroke yang dilakukan mobilisasi dini adalah 4.87, SD 3.42 dan rata-rata skor NIHSS pada pasien yang tidak dilakukan mobilisasi dini sebesar 0.313, SD 4.46. Hasil uji statistik didapatkan nilai p = 0.000 artinya ada perbedaan signifikan rata-rata skor NIHSS pasien stroke antara kelompok yang dilakukan mobilisasi dini dan tidak dilakukan mobilisasi. Mobi- lisasi dini terstruktur harus dilaksanakan secara rutin dengan kerjasamadari pasien dan keluarga. Kata kunci : mobilisasi dini, status fungsional, stroke Masalah-masalah neurologi dapat mengakibat- kan perubahan dalam kognitif, sensori, fungsi neuromuscular dan harga diri rendah. Masalah neurologi juga dapat menyebabkan pasien menderita komplikasi penyakit yang parah dan kematian. Hal tersebut bisa disebabkan oleh penyakit stroke, cedera kepala, tumor otak dan abses otak yang dapat meningkatkan tekanan 01