*Penulis korespondensi: Juwita Suri Maharani. Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor Jalan Kamper, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680, Email: js.maharani77@gmail.com November 2019, Vol. 16 No. 3, 138–150 Online version: http://jurnal.pei-pusat.org DOI: 10.5994/jei.16.3.138 Jurnal Entomologi Indonesia Indonesian Journal of Entomology ISSN: 1829-7722 138 Masa hidup imago, progeni, dan kemampuan parasitisasi Anagyrus lopezi (De Santis) (Hymenoptera: Encyrtidae), parasitoid kutu putih singkong Adult longevity, progenies, and parasitization capacity of Anagyrus lopezi (De Santis) (Hymenoptera: Encyrtidae), parasitoid of cassava mealybug Juwita Suri Maharani 1 * , Aunu Rauf 2 , Nina Maryana 2 1 Program Studi Entomologi, Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Jalan Kamper, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680 2 Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor Jalan Kamper, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680 (diterima Januari 2018, disetujui Juni 2019) ABSTRAK Parasitoid Anagyrus lopezi (De Santis) (Hymenoptera: Encyrtidae) diintroduksikan dari Thailand ke Indonesia pada tahun 2014 untuk mengendalikan hama asing invasif, kutu putih singkong Phenacoccus manihoti Matile-Ferrero (Hemiptera: Pseudococcidae). Penelitian dilakukan di laboratorium dengan tujuan untuk mengetahui potensi reproduksi, pengaruh pemberian larutan madu terhadap masa hidup imago, memelajari keperidian, progeni, dan respons A. lopezi terhadap peningkatan kerapatan inang. Penelitian dilaksanakan dengan memajankan nimfa instar-3 kutu putih pada parasitoid. Pengaruh perlakuan pakan madu terhadap masa hidup imago parasitoid dilakukan pada kondisi tanpa inang. Keperidian diukur berdasarkan banyaknya mumi yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan betina hidup selama 3,7 hari dan jantan 3,2 hari bila hanya tersedia air. Masa hidup imago parasitoid berlangsung lebih lama bila tersedia madu. Parasitoid yang diberi larutan madu 50% mampu hidup 6–9 kali lipat lebih lama dibandingkan dengan yang hanya diberi air. Selama hidupnya imago betina A. lopezi memarasit 96–287 kutu putih, dengan rataan 203,7 atau tingkat parasitisasi 34,6%, serta 24,86% mengalami kematian karena kegiatan pengisapan inang. Masa perkembangan pradewasa dari telur hingga imago muncul berlangsung 17,97 dan 17,67 hari, berturut-turut untuk jantan dan betina. Rataan progeni per induk adalah 88,8 individu, dengan 56,9% berjenis kelamin betina. Pada kerapatan inang 2–100 individu, parasitoid A. lopezi memperlihatkan tanggap fungsional tipe III. Kata kunci: Anagyrus lopezi, kutu putih singkong, parasitoid, Phenacoccus manihoti ABSTRACT Parasitoid Anagyrus lopezi (De Santis) (Hymenoptera: Encyrtidae) was introduced from Thailand into Indonesia in early 2014 to control the invasive cassava mealybug, Phenacoccus manihoti Matile-Ferrero (Hemiptera: Pseudococcidae). Research was conducted in laboratory with the objectives to determine efect of honey on adult longevity, to study fecundity, progeny production, and sex ratio, and to evaluate efect of increased host density to parasitization. Studies were carried out by exposing 3 rd instar nymphs of mealybug to parasitoids. Efect of honey on adult longevity was done in the absence of hosts. Fecundity was measured by the number of mummies