JURNAL NARADA ISSN 2477-5134 Volume 6 Edisi 2 September 2019 NARADA, Jurnal Desain & Seni, FDSK - UMB |313 EKSPLORASI TEKNIK PEWARNAAN ALAM DENGAN EKSTRAK KAYU JAMBAL PADA BATIK KAYU GEMPOL Oleh: Waridah Muthi’ah Program Studi Desain Produk, Fakultas Desain dan Seni Kreatif Universitas Mercu Buana Lia Evvyani Mahasiswa Program Studi Desain Produk, Fakultas Desain dan Seni Kreatif Universitas Mercu Buana waridah.muthi’ah@mercubuana.ac.id ABSTRAK Kayu gempol merupakan salah satu jenis pohon yang banyak digunakan sebagai bahan kerajinan. Karena sifat bahannya yang tidak terlalu keras, mudah dibentuk, mudah menyerap cairan pewarna, serta tidak berminyak, kayu ini cocok diolah dengan berbagai teknik, termasuk di antaranya batik kayu. Karena keunikannya, batik kayu memiliki potensi yang baik bagi pengembangan industri kerajinan. Akan tetapi, teknik yang digunakan dalam proses pembuatan batik kayu cenderung berbahaya bagi lingkungan, karena menggunakan pewarna sintetis. Pewarna alam jarang dikembangkan untuk batik kayu karena dianggap kurang baik dari segi kualitas warna dan efisiensi waktu. Penelitian ini berusaha untuk mengeksplorasi penggunaan pewarna alam ekstrak kayu jambal pada kayu gempol, melalui berbagai variasi jenis mordan, metode pewarnaan dan mordanting, serta waktu pewarnaan. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimentatif dengan metode AHP untuk untuk mendapatkan metode pewarnaan dan formulasi bahan yang ideal. Eksperimen dilakukan dengan metode mordan awal, simultan, dan mordan akhir menggunakan mordan tawas dan tunjung. Takaran ekstrak kayu jambal adalah 0,5 kg/5 l air dengan mordan 700 g/litres. Waktu pewarnaan adalah 6, 12, 18, dan 24 jam, dengan waktu mordanting 15 menit. Ditemukan bahwa intensitas warna terbaik didapat dari waktu pencelupan 18 jam dengan metode mordan awal menggunakan tunjung dan tawas, sementara metode mordan akhir cenderung menghilangkan hasil proses sebelumnya. Kendati demikian, kemungkinan metode pewarnaan dengan pencelupan bukan merupakan metode terbaik untuk pewarnaan batik kayu, karena proses yang lama cenderung memaksa warna menyebar ke permukaan kayu, sehingga merusak jejak batik. Kata Kunci: pewarna alam, batik kayu, gempol, jambal, merbau, mordan. ABSTRACT Gempol is a type of wood that is widely used as a craft material. Because the nature of the material is not too hard, easy to form, easy to absorb the liquid dye, and not greasy, this wood is suitable to be processed with various techniques, including wooden batik. Because of its uniqueness, wooden batik has a good potential to be developed in the craft industry. However, the technique used in the process of making wooden batik tends to be harmful to the environment, because it uses synthetic dyes. Natural dyes are rarely developed for wood batik because they are considered not good in terms of colour quality and time efficiency. This study seeks to explore the use of natural dyes extract of jambal wood on gempol wood, through various types of mordants, mordanting methods, and dyeing times. The research was carried out using an experimental method with the AHP method to obtain the ideal coloring method and material formulation. The experiment is conducted with pre-mordanting, simultant, and post-mordanting methods using alum and ferrosulphide as mordanting agents. The dose of jambal wood extract is 0,5 kg/5 l air and the dose of mordants is 700 g/litres. Dyeing time is 6, 12, 18, and 24 hours, with 15 minutes mordanting time. It is concluded that the maximum colour intensity is achieved on 18 hours colouring time. The strongest intensity of colour is achieved by pre-mordanting method, both using alum and