Corresponding author: Irwan Hadi irwanhadi711@gmail.com Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan, Vol 3 No 1, Mei 2020 DOI: http://dx.doi.org/10.26594/jkmk.v3.i1.432 e-ISSN 2621-5047 Artikel Penelitian Upaya Pencapaian Angka Kelulusan Uji Kompetensi Profesi Ners Melalui Pendekatan Metode Peer-teaching Irwan Hadi 1 , Harlina Putri 2 , Misroh Mulianingsih 3 1,2 Departemen Dasar Keperawatan dan Keperawatan dasar, STIKES YARSI Mataram 3 Departemen Anak dan Maternitas, STIKES YARSI Mataram Article Info Abstract Article History: Diterima 19 April 2020 Key words: Uji Kompetensi Ners; Peer- teaching Angka kelululusan Uji Kompetensi Ners di Indonesia belum optimal. Peer- teaching merupakan metode pembelajaran dengan menggunakan teman sebaya sebagai fasilitator. Hubungan antara teman sebaya lebih dekat dan lebih aktif dibandingkan dengan hubungan antara fasilitator lain. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pencapain kelulusan uji kompetensi profesi Ners dengan pendekatan Peer-teaching. Jenis penelitian adalah quasi eksperimen. Penelitian dilaksanakan di STIKES Yarsi Mataram dengan subjek penelitian yang didapatkan melalui tehnik purposive sampling. Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa pendekatan peer-teaching mempunyai efektivitas dalam peningkatan kelulusan uji kompetensi dengan nilai p value=0,000 dengan tingkat kekuatan pengaruh sebesar 73,8%. Peran teman sebaya sebagai strategi peningkatan kemampuan pemahaman uji kompetensi sangat berpengaruh terhadap peningkatan kelulusan uji kompetensi. PENDAHULUAN Kebutuhan tenaga perawat mengalami peningkatan seiring peningkatan jumlah penduduk Indonesia. Berdasarkan Pusat data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI tahun 2016 menyebutkan rasio perawat terhadap 100.000 penduduk Indonesia pada tahun 2014 sebesar 94,07 perawat per 100.000 penduduk dan mengalami penurunan di tahun 2015 menjadi 87,65 perawat per 100.000 penduduk. Namun angka tersebut masih dikatakan jauh dari target yang telah ditetapkan dalam rencana strategis kementerian kesehatan tahun 2015-2019 yaitu 180 perawat per 100.000 penduduk. Badan pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (BPPSDMK) menyebutkan presentase jumlah perawat yang tersebar hanya pada angka 29,66% dari total keseluruhan tenaga kesehatan yang ada di Indonesia per Desember 2016 (Kemenkes RI, 2017). Kondisi tersebut banyak disebabkan oleh permasalahan distribusi tenaga, ketidakjelasan dalam melaksanakan kewenangan praktik mandiri maupun kolaborasi, keterbatasan dalam mendapatkan hak-hak serta ketidaktercapaian perawat dalam mencapai