Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Volume 24 No. 1 April 2021, 27 - 46 Jurnal Ekonomi dan Bisnis Journal homepage: www.ejournal.uksw.edu/jeb ISSN 1979-6471 E-ISSN 2528-0147 *Corresponding Author Creativity and its paradoxes: How the Indonesia movie industry can survive Elvy Maria Manurung a* , Daniel Daud Kameo b a Faculty of Economics, Parahyangan Catholic University, Bandung, Indonesia; elvymaria@unpar.ac.id* b Faculty of Economics and Business, Satya Wacana Christian University, Salatiga, Indonesia; ddkameo@yahoo.com ARTICLE INFO Article History: Received 03-02-2020 Revised 28-03-2020 Accepted 19-01-2021 Kata Kunci: kreativitas, paradoks, mengelola kreativitas, proses bisnis, industry film Keywords: creativity, paradoxes, managing creativity, business process, movie industry ABSTRAK Kreativitas adalah motor penggerak ekonomi dunia saat ini. Bisnis yang tidak bisa mengejar ketinggalannya dalam kreativitas yang mewujud pada teknologi dan inovasi, sangat mungkin terhempas dan tidak mampu bersaing lagi. Industri film yang sarat dengan kreativitas memperlihatkan tegangan-tegangan dan situasi dilematis dari masa ke masa. Di satu sisi kreativitas sangat diperlukan untuk menghasilkan produk budaya yang berkualitas tinggi, namun di sisi lain komersialitas dan bisa diterima pasar menjadi kebutuhan dan syarat untuk tetap eksis. Penelitian ini ingin mengeksplorasi industri film di Indonesia dari sisi kreativitas sekaligus komersialitas dan hubungannya dengan paradoks kreativitas, sesuatu yang belum dilakukan oleh penelitian-penelitian sejenis sebelumnya. Penelitian dilangsungkan pada tahun 2015-2017 dengan menggunakan metode grounded. Industri film Indonesia dipilih sebagai studi kasus. Sejumlah wawancara dengan pembuat film (produser) dan penonton, serta focus group discussion dengan para ahli di bidang film dan budaya, telah dilakukan. Hasilnya menunjukkan bahwa pembuat film harus mengenal situasi paradoksal ini dan mengelola kreativitasnya pada proses bisnis yang ia tekuni dengan lebih baik. Pengenalan perilaku konsumen, strategi dan inovasi marketing, dan strategi pembiayaan, selain dari penggarapan sinematografi dan story-telling, menjadi faktor kunci dalam mengelola kreativitas pada proses bisnis atau industri kreatif. ABSTRACT Creativity is the driving force of the global economy. Competitors will arguably outcompete companies that cannot accelerate creativity in terms of technology and innovation. Highly reliant on creativity, the movie industry exhibits tensions and dilemmatic situations from time to time. On the one hand, creativity is needed to produce high-quality cultural products. On the other hand,