JIUBJ Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Volume 19, Nomor 1, Februari 2019, (Halaman 168-173) DOI 10.33087/jiubj.v19i1.583 ISSN 1411-8939 (Online) | ISSN 2549-4236 (Print) 168 Analisis Literasi Kesehatan Peserta Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas Simpang Kawat Kota Jambi Nina Marinda Dosen Akademi Keperawatan Jambi E-mail: nina.marinda@yahoo.com ABSTRACT Health literacy determines how well a person's health information to process in achieving desired health outcomes. In the implementation of the National Health Insurance socialization felt still less because there are participants who do not understand about the National Health Insurance. This study aims to determine the participants' health literacy analysis of National Health Insurance. This study uses a Mix Method model of sequential explanatory. Samples were JKN participants in the Puskesmas Simpang Kawat numbering 374 people with Simple random sampling. Where as research informants as many as 11 people were selected by purposive sampling. Quantitative research is known to most of the participants had low health literacy. Bivariate analysis showed a significant correlation between access to health services with literacy health (OR: 4.258, 95% CI 2.756 to 6.579) and there was a significant correlation between access to health information literacy health (OR: 22.864, 95% CI 13.357 to 39.137). In-depth information is obtained that socialization is rarely done and there is no schedule arranged at the center. There is still a lack of understanding of respondents JKN information. Socialization is done by the chief officer of health centers and PIC BPJS. Methods through debriefing and counseling to participants using leaflets media are limited. Puskesmas need to improve understanding JKN information to officers. So that participants can receive access to services at the same access to good information about JKN. This can affect the interaction between the participants in the health service and health centers. Keywords: access to health care, access to health information, health literacy, participants of the National Health Insurance PENDAHULUAN Peran literasi kesehatan semakin penting dalam bidang promosi kesehatan karena sangat berperan dalam pemberdayaan masyarakat. Literasi kesehatan yang tinggi akan membuat masyarakat memiliki kontrol yang lebih besar atas kesehatan mereka serta memampukan masyarakat untuk menggunakan informasi kesehatan dalam meningkatkan dan mempertahankan kesehatan mereka. Dalam sistem pelayanan kesehatan yang berlangsung saat ini, pasien dengan tingkat literasi kesehatan yang rendah akan menghadapi lebih banyak tantangan dalam mengakses dan menggunakan sistem pelayanan kesehatan. Literasi kesehatan menentukan seberapa mampu seseorang untuk memproses informasi kesehatan dalam mencapai hasil kesehatan yang diinginkan. Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) penyelenggaraannya dilaksanakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Kebijakan pemerintah tentang JKN dan BPJS perlu diketahui dan dipahami oleh seluruh masyarakat Indonesia. Untuk itu perlu dilakukan penyebarluasan informasi kepada semua pemangku kepentingan dan masyarakat pada umumnya. Dalam pelaksanaannya sosialisasi JKN dirasakan masih kurang. Dikarenakan masih ada peserta dan pemberi pelayanan kesehatan (puskesmas dan rumah sakit) yang belum paham tentang regulasi JKN. Untuk itu BPJS menyiapkan satu orang staf khusus yang bertugas memberikan informasi terkait regulasi JKN di setiap puskesmas dan rumah sakit. Sesuai pasal 15 UU Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) No. 40 tahun 2004 bahwa BPJS diwajibkan untuk memberikan informasi tentang hak dan kewajiban peserta dan dalam pasal 16 berbunyi bahwa peserta berhak memperoleh manfaat dan informasi tentang pelaksanaan program jaminan sosial yang diikuti. Peserta JKN di kota Jambi tahun 2017 berjumlah 522.206 jiwa (73,25%). Sedangkan jumlah peserta JKN di Puskesmas Simpang Kawat sebanyak 17.795 jiwa (53,52%). Berdasarkan jumlah kunjungan peserta JKN dari 20 puskesmas di kota Jambi yang paling banyak pada tahun 2016 adalah puskesmas Simpang Kawat dengan jumlah 56.436 kunjungan (11,09%). Sosialisasi JKN kepada peserta di puskesmas Simpang Kawat pernah dilakukan, pada awal JKN kesehatan dilaksanakan, namun sejak tahun 2016 puskesmas menyisipkan penyampaian informasi JKN ketika ada kegiatan tertemtu dan jika dianggap perlu untuk disampaikan. Selain itu melalui wawancara dengan petugas PIC (Personal in Charge) BPJS puskesmas Simpang Kawat mengenai kegiatan sosialisasi JKN kesehatan diperoleh informasi bahwa sosialisasi jarang dilakukan oleh petugas