Serambi Engineering, Volume IV, Edisi Khusus Oktober 2019 hal 603 - 615 ISSN : 2528-3561 603 Harga Jual BioCNG dari Palm Oil Mill Effluent sebagai Sumber Energi Alternatif Irhan Febijanto Pusat Pengkajian Industri dan Proses Energi, BPP Teknologi *Koresponden email :irhan.febijanto@gmail.com, irhan.febijanto@bppt.go.id Diterima: 13 Juli 2019 Disetujui: 24 September 2019 Abstract Indonesia as the largest producer of palm oil, produces huge palm oil wastewater. The wastewater pro- duces biogas which contributes to global warming, and the utilization of the biogas reduces GHG emis- sions of methane gas. By increasing the concentration of methane gas in the biogas, and increasing the gas pressure of biomethane, so-called bioCNG (Compressed Natural Gas), the gas utilization easier in the transportation and the energy content of the gas increases. In this paper, an assessment of the economics of bioCNG production facility in the Palm Oil Mill (POM) with a capacity of 60 tons/hour was conducted. The investment cost is estimated based on the biogas flow rate produced from an aerobic digester in the POM. By using a covered lagoon technology for anaerobic digester, and technology of membrane for gas purification, and based on the natural gas trading regulations, the selling price of bioCNG is determined by 10.27 USD/MMBTU with an IRR of 12%. This price can compete with the prices of other fossil fuels. However, the support from government regulations are still needed to utilize bioCNG as a new renewable fuel that can contribute to national energy security, GHG reduction, and achievement of the mix energy target. Keywords: wastewater, palm oil mill, bioCNG, alternative, fuel. Abstrak Indonesia sebagai produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia juga memiliki potensi terbesar untuk produksi limbah minyak kelapa sawit. Air limbah ini menghasilkan biogas yang berkontribusi terhadap pemanasan global, dan pemanfaatan biogas mengurangi emisi gas rumah kaca dari gas metana. Dengan meningkatkan konsentrasi gas metana dalam biogas, dan meningkatkan tekanan gas biometana, yang disebut bioCNG (Compressed Natural Gas), pemanfaatan gas lebih mudah dalam transportasi dan kandungan energi gas meningkat. Dalam tulisan ini, penilaian ekonomi fasilitas produksi bioCNG di sebuah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan kapasitas 60 ton/jam dilakukan. Biaya investasi diperkirakan berdasarkan laju aliran biogas yang dihasilkan dari digester aerobik di POM. Dengan menggunakan teknologi laguna tertutup untuk digester anaerob, dan teknologi membran untuk pemurnian gas, berdasarkan peraturan perdagangan gas alam yang ditetapkan, harga jual bioCNG ditentukan oleh 10,27 USD/MMBTU dengan IRR 12%. Harga ini mampu bersaing dengan harga bahan bakar fosil lainnya kecuali gas alam dari perpipaan dan batubara. Namun, peraturan dukungan masih diperlukan dari pemerintah untuk memanfaatkan bioCNG sebagai bahan bakar baru terbarukan yang dapat berkontribusi pada keamanan energi nasional, pengurangan GRK, dan pencapaian target energi campuran. Kata Kunci: limbah cair, pabrik kelapa sawit, bioCNG, alternatif, bahan bakar. 1. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Indonesia sebagai negara penghasil minyak kelapa sawit/CPO ( Crude Palm Oil) terbesar di dunia, memiliki potensi biogas dari hasil degradasi zat-zat organik yang terkandung di limbah cair (POME/Palm Oil Mill Effluent) di pabrik-pabrik kelapa sawit (PKS). Namun, sampai saat ini, pemanfaatan biogas dari limbah cair di PKS masih terbatas pemanfaatan di lokasi saja, seperti pemanfaatan untuk bahan bakar pembangkit listrik tenaga gas (PLTBg/Pembangkit Listrik Tenaga Biogas) (Febijanto, I, 2010; Rahayu, A.S, 2015) atau pemanfaatan bahan bakar tambahan di eksisting boiler (Misri, G, 2018 ; National Biogas Implementation, 2014). Pemanfatan biogas ke lokasi yang lebih jauh dari PKS terkendala pada masalah transportasi. Salah satu teknologi untuk mengatasi masalah ini adalah pemurnian dan upgrading biogas atau mengubah biogas menjadi bioCNG (bio Compressed Natural Gas). Dengan mengubah biogas