Jurnal Biosains Vol. 3 No. 3. Desember 2017 ISSN 2443-1230 (cetak) ISSN 2460-6804 (online) 167 ISOLASI DAN UJI ANTIFUNGAL EKSTRAK METANOL, ETIL ASETAT DAN N-HEKSANA BAKTERI ENDOFIT DARI AKAR TUMBUHAN MENTIGI (Vaccinium varingaefolium) ISOLATION AND ANTIFUNGAL TEST OF METHANOL EXTRACT, ETIL ASETAT AND N-HEXANE OF ENDOPHYTE BACTERIA FROM ROOT of MENTIGI PLANT (Vaccinium varingaefolium) Widya Lestari, Dwi Suryanto, Erman Munir Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia 20155 E-mail: widya.chubby@yahoo.co.id ABSTRACT Many study that endophytic bacteria useful for plant by protection mechanism to parasitic disease and recovery plant morphology using metabolite producing. Many plants such as mentigi grow at extreme area in volcanic mount. This plant can be able to has specific metabolite producing endophytic bacteria. Research about plant endophytic at extreme area are still limited. The aim of this research to know plant endophytic frommentigi root in inhibiting pathogen fungi growing. plantendophytic bacteria isolation from mentigi root was done by root surface sterilization, cutting and cultivating on nutrient agar medium. Cell extraction was done using methanol, etil-asetat and n-heksana for two isolates. Antagonis test isolates and cell extract was done to some plant and fish pathogen fungus such as Fusarium oxysporum, Ganoderma boninense, Rigidoporus microporusand Saprolegniasp. on potatoes dextrose agar contain 1% yeast extract. Isolates AW5 and AW6 have high potential in inhibiting plant pathogen fungi growing.Essay result extraction to plant pathogen fungi showed that methanol extract of isolate AW5 and AW6 have biggest potential in inhibiting pathogen fungi growing. Keywords : Endophytic bacteria, Vaccinium varingaefolium, Fusarium oxysporum, Ganoderma boninense, Rigidoporus microporus, Saprolegnia sp. Pendahuluan Salah satu masalah utama dari budidaya tanaman pertanian di Indonesia ialah adanya serangan fungi patogen terhadap berbagai tanaman antara lain tanaman cabai, kacang kacangan, coklat, karet dan kelapa sawit. Serangan fungi patogen tersebut mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi para petani. Untuk itu diperlukannya suatu penanggulangan yang efektif. Selama ini telah banyak dilakukan pengendalian fungi patogen pada tanaman secara kimiawi, akan tetapi menimbulkan efek negatif terhadap lingkungan. Untuk itu perlu diupayakan suatu alternatif pengendalian secara biologi dengan menggunakan mikroba antagonis atau menggunakan metabolit antimikroba yang dihasilkan. Menurut Cook dan Baker (1983), usaha penanggulangan penyakit tanaman secara biologis mempunyai peluang yang cukup besar karena organismenya telah tersedia di alam dan aktivitasnya dapat distimulasi dengan memodifikasi lingkungan maupun tanaman inang. Keuntungan dalam menggunakan mikroorganisme antagonis sebagai pengendalian biologis antara lain: aman terhadap lingkungan, tidak ada efek residu, aplikasinya bersifat berkelanjutan karena yang digunakan organisme hidup yang dapat memperbanyak diri sehingga dapat mengurangi aplikasi yang berulang-ulang. Penelitian bakteri endofit telah dilakukan lebih dari 20 tahun yang lalu. Hampir setiap bagian tanaman ditemukan adanya jamur endofit, baik pada daun, akar maupun batang. Dalam beberapa tahun terakhir, pengaplikasian mikroba endofit sebagai pengendali biologis telah menjadi alternatif untuk menggantikan peran pengendali kimia seperti