478 Model Challenge Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa Suratman S. Naim 1 , Suhadi Ibnu 1 , Aman Santoso 1 1 Pendidikan Kimia-Universitas Negeri Malang INFO ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Diterima: 04-12-2019 Disetujui: 16-04-2020 Abstract: The purpose of this research was to determine the influence of challenge based learning model on students creative thinking ability. This research is used a quasy-experimental design of the type nonequivalent pretest-posttest control group design. The sample of this research consisted of students of Chemistry Education, Khairun University in the sixth semester, enrolling in the subject of Environmental Chemistry during education year in 2018/2019 from two classes. The experimental class was taught with challenge based learning model and the control class was taught with problem based learning model. The instrument of the research was a creative thinking ability tests with the type of open essay questions that had validity of 77.08% and Alpha Cronbach reliability coefficient of 0.896. The results showed that there was no statistically significant difference in creative thinking ability between the students from the two research classes (ɑ = 0.05), although descriptively the creative thinking ability of the experimental class was better than the control class. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model challenge based learning terhadap kemamampuan berpikir kreatif mahasiswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental semu tipe nonequivalent pretest- posttest control group design. Sampel penelitian ini terdiri dari mahasiswa Pendidikan Kimia, Universitas Khairun angkatan 2016 yang menempuh matakuliah Kimia Lingkungan pada tahun ajaran 2018/2019 dari dua kelas. Kelas eksperimen dibelajarkan dengan model pembelajaran challenge based learning dan kelas kontrol dibelajarkan dengan model pembelajaran problem based learning. Instrumen penelitian adalah tes kemampuan berpikir kreatif dengan jenis soal esai terbuka yang memiliki validitas isi 77,08% dan koefisien reliabilitas Alpha Cronbach 0,893. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan berpikir kreatif mahasiswa dari kedua kelas penelitian (ɑ = 0.05), walaupun secara deskriptif kemampuan berpikir kreatif kelas eksperimen lebih bagus daripada kelas kontrol. Kata kunci: challenge based learning; creative thinking skills; chemical environment; challenge based learning; kemampuan berpikir kreatif; kimia lingkungan Alamat Korespondensi: Suratman S. Naim Pendidikan Kimia Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang E-mail: naimsuratman@gmail.com Kimia lingkungan merupakan bidang keilmuan yang membahas fenomena-fenomena kimia yang terjadi di alam akibat aktivitas manusia (Manahan, 2010). Masalah-masalah lingkungan, seperti polusi lingkungan, peningkatan populasi yang cepat, pemanasan global dan perubahan iklim, perusakan vegetasi alam dan sumber daya bumi, berkurangnya area pertanian dan sumber daya air, penghancuran lapisan ozon serta penurunan keanekaragaman hayati (Günter et al, 2017). Masalah lingkungan tersebut dan segala dampak yang timbulkankannya perlu dipahami dengan baik oleh peserta didik, sehingga ada upaya penanggulangan maupun penemuan solusi dari mereka (Günter et al., 2017). Jika masalah lingkungan yang menyangkut prinsip keadilan sosial dan lingkungan dapat dihadirkan dalam pembelajaran kimia, tentu akan memberikan kerangka kerja untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan, serta menjadikan peserta didik sebagai generasi paham kimia yang dapat mengupayakan keseimbangan lingkungan di masa depan (Lasker & Brush, 2019). Berdasarkan studi literatur, pelaksanaan pembelajaran kimia lingkungan di perguruan tinggi masih memiliki beberapa masalah yang serius. Pembelajaran kimia lingkungan sering dianggap berkonotasi negatif oleh peserta didik karena berbagai pencemaran lingkungan yang disebabkan industri kimia dan penggunaan bahan kimia yang salah (Ryu et al., 2018; Salta et al., 2012). Pembelajaran kimia lingkungan tidak memiliki laboratorium eksperimen yang dirancang khusus untuk mensimulasikan hubungan antara struktur kimia dan perilaku zat di lingkungan (Avellar at al., 2012). Pembelajaran kimia lingkungan cenderung menggunakan strategi pembelajaran; model, metode, dan pendekatan yang memuat disiplin keilmuan sebagai kumpulan topik yang terisolasi dari bidang keilmuan lainnya (Savian & Talanquer, 2014). Pengajar masih menggunakan metode diskusi pada materi kimia yang bersifat prosedural dan model pembelajaran langsung pada materi kimia yang bersifat faktual. Oleh karena Tersedia secara online http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/ EISSN: 2502-471X DOAJ-SHERPA/RoMEO-Google Scholar-IPI Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 5 Nomor: 4 Bulan April Tahun 2020 Halaman: 478485