1134 Pengetahuan Metakognitif Siswa sebagai Dampak Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) dan Verifikasi pada Topik Laju Reaksi Marisa Lidia Anggarwati 1 , Effendy 1 , Aman Santoso 1 1 Pendidikan Kimia-Universitas Negeri Malang INFO ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Diterima: 10-03-2020 Disetujui: 20-08-2020 Abstract: Purpose of this research are to identify students’ metacognitive knowledge difference on rate reaction taught by POGIL and verification. Sample of research are students of grade XI Science as a control and experimental group in SMAN 3 Bondowoso. Instruments used are treatment instrument and measurement instrument. The treatment instrument consist of RPP and scenario. The measurement instrument is metacognitive knowledge test consist of 8 questions of declarative knowledge, 7 questions of procedural knowledge, and 6 questions of conditional knowledge. Data analyze using independent samples t-test with SPSS Statistic 24.0. program. The research result show that there’s students’ metacognitive knowledge difference on rate reaction taught by POGIL and verification. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengetahuan metakognitif siswa yang dibelajarkan POGIL dan verifikasi pada topik laju reaksi. Penelitian dilakukan pada dua kelas XI IPA sebagai kelas kontrol dan eksperimen di SMA Negeri 3 Bondowoso. Instrumen penelitian berupa instrumen perlakuan dan pengukuran. Instrumen perlakuan berupa RPP dan skenario pembelajaran. Instrumen pengukuran berupa soal pengetahuan metakognitif, terdiri dari delapan soal pengetahuan deklaratif, tujuh soal pengetahuan prosedural, dan enam soal pengetahuan kondisional. Analisis data menggunakan teknik independent samples t-test dengan bantuan program SPSS Statistic 24.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ada perbedaan pengetahuan metakognitif peserta didik dari pembelajaran POGIL dan verifikasi topik laju reaksi. Kata kunci: metacognitive knowledge; process oriented guided inquiry learning; reaction rate; pengetahuan metakognitif; process oriented guided inquiry learning; laju reaksi Alamat Korespondensi: Marisa Lidia Anggarwati Pendidikan Kimia Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang E-mail: marisa.lidia14@gmail.com Laju reaksi merupakan salah satu topik kimia yang dibelajarkan kepada peserta didik tingkat SMA/MA. Topik ini melibatkan konsep-konsep abstrak yang memerlukan pemahaman konsep, tetapi faktanya peserta didik hanya memiliki pemahaman algoritmik saja (Sőzbilir et al., 2010). Laju reaksi juga melibatkan pengamatan kimia (representasi makroskopik), reaksi kimia (representasi submikroskopik), serta penggunaan simbol atau formula (representasi simbolik). Pemahaman konsep dapat dimiliki apabila peserta didik mempunyai kemampuan berpikir abstrak sehingga dapat mengaitkan antara ketiga representasi tersebut, tetapi faktanya banyak peserta didik SMA mengalami kesulitan dalam berpikir abstrak (Sirhan, 2007). Bahkan penelitian yang dilakukan (Bao et al., 2009) mengungkapkan rata-rata skor peserta didik kelas XI dalam berpikir abstrak belum termasuk dalam tingkatan tinggi. Rendahnya kemampuan berpikir abstrak akan menyebabkan peserta didik kesulitan dalam menghubungkan antara representasi makroskopik, submikroskopik, dan simbolik melalui pemikiran yang analitis dan sistematis. Salah satu upaya mengatasi kesulitan peserta didik dalam menginterpretasikan pemahaman yang melibatkan representasi makroskopik, submikroskopik, dan simbolik adalah dengan melibatkan metakognisi dalam pembelajaran (Thomas & Anderson, 2014). Menurut Flavell (1979) metakognitif berkaitan dengan aktivitas berpikir yang menyangkut fenomena kognitif. Metakognitif diperlukan untuk meningkatkan pemahaman konsep kimia dalam pembelajaran di kelas (Rickey & Stacy, 2000) maupun di laboratorium (Sandi-Urena et al., 2011). Menurut Schraw et al. (2006) metakognitif dibagi menjadi regulasi metakognitif dan pengetahuan metakognitif. Regulasi metakognitif yaitu kontrol pikiran terhadap proses belajar peserta didik yang meliputi planning, monitoring, dan evaluating dalam pembelajaran. Planning yaitu memilih strategi yang diperlukan dan alokasi sumber belajar, monitoring yaitu secara sadar memantau sebuah tugas secara komprehensif, dan evaluating yaitu bagaimana peserta didik menilai keberhasilan proses belajar dan produk yang dihasilkan. Pengetahuan metakognitif yaitu pengetahuan tentang kognisi diri dan proses belajar, meliputi pengetahuan deklaratif, prosedural, dan kondisional (Schraw & Tersedia secara online http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/ EISSN: 2502-471X DOAJ-SHERPA/RoMEO-Google Scholar-IPI Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 5 Nomor: 8 Bulan Agustus Tahun 2020 Halaman: 1134—1139