*) Adalah Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura 1 LATAR BELAKANG Akuntansi syari’ah adalah wacana baru dalam bidang akuntansi, wacana ini baru muncul ketika bermunculannya lembaga- lembaga ekonomi syari’ah yang mulai berpraktik. Pencarian bentuk akuntansi yang sejalan dengan nilai-nilai syari’ah telah dilakukan oleh beberapa ilmuan dan peneliti, walaupun hasilnya belum dapat dikatakan memuaskan tetapi paling tidak suatu pencarian tersebut telah mendapatkan hasil berupa rumusan-rumusan normatif tentang bagaimana seharusnya sebuah laporan keuangan akuntansi syari’ah disajikan. Ciri yang melekat dari akuntansi syari’ah adalah mengandalkan etika dan spiritualitas, sehingga dapat terjaga integritasnya dalam menciptakan rasa keadilan bagi semua pengguna laporannya, hal ini tentu menjadi sangat menarik bila dihubungkan dengan fenomena laporan keuangan saat ini yang semakin kehilangan kepercayaan penggunanya, tentu saja prinsip-prinsip akuntansi syari’ah diharapkan mampu menjadi solusi menjaga akuntabilitas laporan keuangan. Kewajiban melaksanakan pembukuan (akuntansi) yang tertuang dalam salah satu pernyataan Allah (QS, 2:282), menunjukkan betapa pentingnya akun-tansi bagi masyarakat Muslim, walapun ada yang berpendapat kewajiban tersebut lebih ditekankan dalam rangka menunaikan kewajiban zakat [membersihkan diri dari harta yang tidak halal (QS, 87:14)]. Tetapi apabila dilakukan penelusuran lebih jauh terhadap manfaat laporan keuangan bagi pelaku bisnis, akan terjawab bahwa betapa pentingnya laporan keuangan, karena akan menyangkut hak-hak para pemilik modal terhadap pembagian laba, hak-hak pekerja untuk memperoleh imbalan yang sesuai dengan konstribusi laba yang dihasilkan dari peran sertanya dalam perusahaan, dan lain sebagainya. Fenomena akuntansi syari’ah diharapkan dapat mewakili kebutuhan akan laporan keuangan yang benar-benar jujur, adil, dan dapat dipercaya kerena laporan keuangan akuntansi syari’ah berbasiskan pada syari’ah, dan syari’ah sendiri memiliki tujuan mulia yakni “menciptakan kemaslahatan bagi umat manusia”. Dengan demikian, tepat kiranya bila prinsip-prinsip akuntansi syari’ah dapat dijadikan solusi alternatif dalam menjaga akuntantabilitas laporan keuangan. PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI SYARI’AH: Suatu Alternatif Menjaga Akuntabilitas Laporan Keuangan Oleh : Muhamad Syafii Abtrak: Akuntansi syari’ah adalah wacana baru dalam bidang akuntansi, wacana ini baru muncul ketika bermunculannya lembaga-lembaga ekonomi syari’ah yang mulai berpraktik. Pencarian bentuk akuntansi yang sejalan dengan nilai-nilai syari’ah telah dilakukan oleh beberapa ilmuan dan peneliti, walaupun hasilnya belum dapat dikatakan memuaskan tetapi paling tidak suatu pencarian tersebut telah mendapatkan hasil berupa rumusan-rumusan normatif tentang bagaimana seharusnya sebuah laporan keuangan akuntansi syari’ah disajikan. Ciri yang melekat dari akuntansi syari’ah adalah mengandalkan etika dan spiritualitas, sehingga dapat terjaga integritasnya dalam menciptakan rasa keadilan bagi semua pengguna laporannya, hal ini tentu menjadi sangat menarik bila dihubungkan dengan fenomena laporan keuangan saat ini yang semakin kehilangan kepercayaan penggunanya, tentu saja prinsip-prinsip akuntansi syari’ah diharapkan mampu menjadi solusi menjaga akuntabilitas laporan keuangan. Kata kunci: akuntansi syari’ah, prinsip-prinsip akuntansi syari’ah, etika dan spiritualitas, akuntabilitas, laporan keuangan