Jurnal Kimia VALENSI: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Ilmu
Kimia, 4(2), November 2018, 79-84
Available online at Website: http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/valensi
Copyright©2018, Published by Jurnal KimiaVALENSI: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Ilmu Kimia,
P-ISSN: 2460-6065, E-ISSN: 2548-3013
Senyawa 5,3'-Dihidroksi-7,4'-Dimetoksiflavon dari Kulit Batang
Tanaman Akway (Drimys beccariana Gibs) dan Aktivitas Antimalarianya
5,3'-Dihidroxy-7,4'-Dimetoxyflavon Compound from Stembark Akway
(Drimys beccariana Gibs) Plant and its Antimalarial Activity
Tarso Rudiana
1,2
, Tati Herlina
3
, Euis Julaeha
3
1
Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Farmasi Universitas Mathla’ul Anwar Banten
Jalan Raya Labuan KM 23, Cikaliung Saketi, Pandegalang Banten Indonesia, 42273
2
Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakata
Jalan Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat Tangerang Selatan Banten Indonesia, 15411
3
Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran
Jalan Raya Sumedang Bandung KM 21, Jatinangor Sumedang Jawa Barat Indonesia, 45363
Email: tarso.rudiana@unmabanten.ac.id, tarso.rudiana@uinjkt.ac.id
Received: April 2018; Revised: July 2018; Accepted: August 2018; Available Online: November 2018
Abstrak
Akway (Drimys beccariana Gibs) merupakan tanaman endemik Papua. Secara Etnobotani digunakan sebagai
tanaman obat, salah satunya digunakan sebagai obat malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi,
menentukan struktur kimia serta mengevaluasi aktivitas antimalaria dari kulit batang D. beccariana. Serbuk
halus kulit batang D. beccariana dimaserasi dengan metanol dan difraksionasi dengan menggunakan n-heksana
dan etil asetat. Ekstrak etil asetat direfraksinasi menggunakan kromatografi cair vakum (KCV) secara gradien (n-
heksana:etilasetat:metanol). Fraksi hasil KCV dipisahkan dengan kromatografi kolom gravitasi secara berulang
dan kromatografi lapis tipis preparatif (KLT-P) untuk mendapatkan Isolat 1. Isolat 1 ditentukan strukturnya
dengan metode spektroskopi yang meliputi UV-Vis, IR, NMR 1D, dan 2D. Isolat 1 ditentukan struktur
senyawanya yaitu 5,3'-dihidroksi-7,4'-dimetoksiflavon. Senyawa 5,3'-dihidroksi-7,4'-dimetoksiflavon dievaluasi
aktivitas antimalaria terhadap Plasmodium falciparum secara in vitro dengan aktivitas antimalaria lebih baik
daripada artemisinin.
Kata kunci: Akway; Drimys beccariana Gibs; flavonoid; Malaria; Plasmodium falciparum.
Abstract
Akway (Drimys beccariana Gibs) is an endemic plant of Papua. Ethnobotany is used as a medicinal plant, one of
which is used as a malaria drug. This study aims to isolate, determine the chemical structure and evaluate the
antimalarial activity of D. beccariana stem bark. Powder of D. beccariana bark is macerated with methanol and
fractionated using n-hexane and ethyl acetate. Ethyl acetate extract was fractionated using gradient liquid
chromatography (KCV) (n-hexane: ethyl acetate: methanol). The KCV fraction was separated by repeated
gravity column chromatography and preparative thin layer chromatography (TLC-P) to obtain Isolate 1. Isolate 1
was determined by spectroscopic methods including UV-Vis, IR, 1D NMR, and 2D. Isolate 1 is determined by
its compound structure which is 5,3'-dihydroxy-7,4'-dimethoxyflavone. 5,3'-dihydroxy-7,4'-dimethoxyflavone
compounds evaluated antimalarial activity against Plasmodium falciparum in vitro with antimalarial activity
better than artemisinin.
Keywords: Akway; Drimys beccariana Gibs; flavonoid; malaria; Plasmodium falciparum.
DOI: http://10.15408/jkv.v4i2.7775