Buletin Veteriner Udayana Volume 12 No. 1: 32-38 pISSN: 2085-2495; eISSN: 2477-2712 Pebruari 2020 Online pada: http://ojs.unud.ac.id/index.php/buletinvet DOI: 10.24843/bulvet.2020.v12.i01.p06 Terakreditasi Nasional Peringkat 3, DJPRP Kementerian Ristekdikti No. 21/E/KPT/2018, Tanggal 9 Juli 2018 32 Nilai Limfosit dan Monosit Sapi Bali yang Dipelihara Berbasis Organik (VALUE OF LIMFOSIT AND MONOSIT OF BALI CATTLE BASED ON ORGANIC MAINTAIN) I Putu Indra Parmayoga 1 *, Ni Ketut Suwiti 1 , I Nyoman Suartha 2 , I Gusti Ayu Agung Suartini 3 1 Laboratorium Histologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana. 2 Departemen Klinik Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. 3Laboratorium Biokimia Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Jl. PB. Sudirman, Denpasar Bali. *Email: indraparmayoga7@gmail.com ABSTRAK Sapi bali dipelihara dengan berbagai cara yakni sistem intensif, semi intensif (simantri), konvensional dan pemeliharaan berbasis organik. Berbasis organik artinya sapi bali diberikan pakan yang berasal dari lingkungannya tanpa tambahan zat kimia seperti mineral, vitamin, obat-obatan, vaksin, suplemen, dan zat adiktif lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat nilai limfosit dan monosit sapi bali yang dipelihara berbasis organik. Sampel berupa whole blood diambil melalui vena jugularis dan dilakukan pemeriksaan hematologi menggunakan alat Veterinary Hematology Analyzer. Hasil penelitian menghasilkan rerata total limfosit dan monosit 3,77 x 10 3 /μl dan 0,53 x 10 3 /μl. Rerata nilai limfosit dan monosit sapi bali yang dipelihara berbasis organik masih berada pada rentang nilai normal. Kata kunci: Sapi bali; pakan organic; limfosit; monosit; hematologi. ABSTRACT Bali cattle are maintained in various ways, namely intensive, semi-intensive (simantri) systems, conventional and organic based maintenance. Organic based means that Bali cattle are fed with food from their environment without chemical additives such as minerals, vitamins, medicines, vaccines, supplements, and other addictive substances. This study aims to look at the value of Bali cattle lymphocytes and monocytes that are maintained on an organic basis. Samples in the form of whole blood were taken through the jugular vein and hematological examination was performed using the Veterinary Hematology Analyzer. The results of the study produced a mean total lymphocytes and monocytes 3,77 x 10 3 /μl dan 0,53 x 10 3 /μl. The average value of bali lymphocytes and monocytes that are maintained on an organic basis are still in the range of normal values. Keywords: Bali cattle; organic feed; lymphocytes; monocytes; hematology. PENDAHULUAN Sapi bali merupakan sapi murni asal Indonesia yang tersebar luas diseluruh wilayah Indonesia. Sapi bali merupakan hasil domestikasi dari banteng (Bibos Banteng) (Nugraha et al., 2016). Sapi bali merupakan hewan ruminansia yang mempunyai ciri khas tersendiri. Banyak keunggulan dari sapi bali yaitu prosentase karkas yang cukup besar yaitu 53,26% dan mempunyai daya cerna yang baik terhadap pakan serta daya adaptasi yang baik terhadap lingkungan (Besung et al., 2019; laksmi et al., 2019). Adapun kekurangan yang dimiliki sapi bali adalah pertumbuhan yang lambat, tingkat kematian pedet tinggi dan rentan terhadap beberapa penyakit tertentu seperti penyakit jembrana, bali ziekte dan malignant catarrhal fever (Kusumaningsih, 2002). Di Provinsi Bali beternak sapi bali sudah menjadi mata pencaharian yang sangat banyak dilakukan oleh penduduk. Sebagian besar sudah memelihara dengan