74 DOI: http://doi.org/10.22146/agritech.33809 ISSN 0216-0455 (Print), ISSN 2527-3825 (Online) agriTECH, 40 (1) 2020, 74-83 Sifat Fisik, Amilograf, dan Morfologi Pati Biji Lai (Durio kutejensis) Asetilasi Menggunakan Asetat Anhidrat Physical, Amilograph and Morphological Properties of Lai Seed (Durio Kutejensis) Starch Assylation using Acetate Anhydrat Siti Masithah Fiqtinovri 1* , Ashri Mukhti Benita 2 , Djagal Wiseso Marseno 3 , Yudi Pranoto 3 1 Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Kaltara, Jl. Sengkawit, Tanjung Selor, Kalimantan Utara 77212, Indonesia 2 Teknologi pangan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto, Jl. Sultan Agung 42, Purwokerto Selatan 53144, Indonesia 3 Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Jl. Flora No. 1, Bulaksumur, Yogyakarta 55281, Indonesia * Penulis korespondensi: Siti M.F., Email: fqtinovri@gmail.com Tanggal submisi: 9 Maret 2018; Tanggal penerimaan: 12 November 2019 ABSTRAK Pati biji lai (Durio kutejensis) cepat mengalami retrogradasi dan kestabilan pasta rendah sehingga dalam penggunaannya di bidang pangan kurang meluas. Hal ini dapat diatasi dengan cara modifkasi pati secara asetilasi menggunakan asetat anhidrat. Pati biji lai diasetilasi menggunakan asetat anhidrat konsetrasi 3% dan 4%, variasi waktu reaksi 15, 30, 45, dan 60 menit dan pH reaksi yang digunakan berkisar pada 8−8,5. Hasil yang berupa pati asetat biji lai kemudian dibandingkan dengan pati alaminya. Asetilasi pati biji lai menghasilkan derajat subtitusi (DS) tertinggi pada konsentrasi asetat anhidrat 4% yang direaksikan selama 15 menit, yaitu 0,22 dan memiliki tipe kristalinitas A. Hasil FTIR menunjukkan munculnya peak baru pada panjang gelombang 1735 cm -1 yang merupakan gugus karbonil dan melemahnya puncak gugus hidroksil pada pati asetat. Modifkasi pati biji lai secara asetilasi menurunkan viskositas puncak dari 1472 cP menjadi 1170 cP, nilai setback dari 172 cP menjadi 31cP, breakdown dari 798 cP menjadi 350 cP namun meningkatkan suhu gelatinisasi dari 75,85 °C menjadi 78,20 °C. Hal ini membuktikan bahwa modifkasi pati secara asetilasi pada biji lai dapat meningkatkan ketahanan terhadap retrogradasi dan menstabilkan pasta pati. Tingginya suhu gelatinisasi pati asetat biji lai dapat dimanfaatkan pada industri pangan yang membutuhkan suhu tinggi dalam proses produksinya. Kata kunci: Asetilasi; lai; modifkasi pati; pati biji lai ABSTRACT Lai (Durio kutejensis) seed starches have a high retrogradation ability and low paste stability so that its function in food industry is less widespread. This phenomenon can be overcome by starches modifcation, such as acetylation using asetat anhidrat as modifying agent. Lai seed starches was acetylated using asetat anhidrat 3% and 4%, the reaction time variation was 15, 30, 45 and 60 minutes and the reaction pH used ranged from 8−8.5. The results were compared with the navite lai seed starch.Acetylation with a diferent amount of asetat anhidrat (3% and 4%) and diferent time of reaction (15, 30, 45, 60 min) give an optimum result of DS in 4% of asetat anhidrat with 15 minute of reaction time. DS that reached at those condition is 0.22 and has the same tipe as native starch (tipe A).The result of FTIR shown that there’s a new peak at 1735 cm -1 which is a part of carbonyl group and the weakening of hydroxyl group peak of acetate starch. Acetylation decreased the fnal viscosity from 1472 cP to 1170 cP, setback value from 172 cM to 31cP, and breakdown from 798 cP to 350 cP. Meanwhile, the