TEKNOKES, Vol. 12, No. 1, Maret 2019, pp:21-26 DOI: 10.35882/teknokes.v12i1.4 ISSN:2407-8964 Jurnal TEKNOKES, Jurusan Teknik Elektromedik, POLTEKKES KEMENKES SURABAYA dan IKATEMI 21 Photoplethysmograph Portable Titoriski Romadhoni, Endang Dian Setioningsih, M. Prastawa Assalim T.P Department of Electromedical Engineering Poltekkes Kemenkes Surabaya Jl. Pucang Jajar Timur No.10, Surabaya, 6245, Indonesia titoriskiromadhoni@gmail.com, diancholik@gmail.com, prast77@poltekkessepkes-sby.ac.id AbstrakPhotoplethysmograph (PPG) merupakan metode yang digunakan untuk mengetahui kondisi sistem kardiovaskular dengan mengukur perubahan volume darah pada jaringan kulit. Dalam penerapannya, metode ini menggunakan sensor optik untuk menangkap sinyal elektrik yang berasal dari sumber cahaya yang lewat atau dipantulkan. Penelitian terakhir monitoring photoplethysmography yang memiliki kemampuan mengirim melalui Bluetooth HC-05 tetapi penelitian tersebut terpisah antara alat dan display sehingga kurang praktis. Maka dari itu dibuatlah perancangan ini, yang dapat menampilkan sinyal PPG disertai dengan nilai SpO2 (saturasi oksigen kapiler perifer) dan BPM (Beat per Minutes) ditampilkan pada LCD TFT agar dapat mempermudah dalam memonitoring sinyal PPG tersebut. Pengujian alat ini dilakukan dengan membandingkan modul dengan alat ukur oximeter yang menghasilkan rata-rata %error pengukuran SpO2 sebesar 0,486 % dengan toleransi maksimum yang diizinkan ± 1%, sedangkan pada parameter BPM didapatkan rata- rata %error sebesar 0,683 % dengan toleransi maksimum yang diizinkan ± 5%. Kata kunci : photoplethysmography, SpO2, BPM I. PENDAHULUAN Photoplethysmograph (PPG) metode digunakan dalam pemeriksaan jantung yang berkaitan dengan sistem kardiovaskular tubuh manusia. Photoplethysmograph (PPG) merupakan metode yang digunakan untuk mengetahui kondisi sistem kardiovaskular dengan mengukur perubahan volume darah pada jaringan kulit. Dalam penerapannya, metode ini menggunakan sensor optik untuk menangkap sinyal elektrik yang berasal dari sumber cahaya yang lewat atau dipantulkan karena perubahan aliran darah selama aktivitas jantung. Sinyal yang dihasilkan oleh metode photoplethysmograph digunakan dalam pengukuran detak jantung dan saturasi oksigen dalam darah[1] Teknologi sekarang semakin berkembang dan mempermudah dalam kehidupan pada berbagai bidang, salah satunya adalah pada bidang medis. Teknologi yang sedang berkembang sekarang yaitu menggunakan display touchscreen yang mempermudah dalam penggunaan peralatan medis. Dengan menggunakan display tersebut dapat memudahkan proses memantau atau memonitoring bagian dari vital manusia yaitu detak jantung dan saturasi oksigen dalam darah secara non- invasif. Pada tahun 2015 Hamdala melakukan penelitian yang berjudul “ Sistem Monitoring Photoplethysmograph Berbasis Zigbee Dan Labview” pada penilitian tersebut melakukan monitoring sinyal photoplethysmography dan disertai dengan nilai detak jantung dalam satu menit. Namun tidak terdapat nilai presentase kadar oksigen dalam darah. Pada tahun 2015, Bahrurrizky Ramadhan melakukan penlitian yang berjudul “Monitoring Wireless Menggunakan Personal Computer[3] pada penelitian tersebut menggunakan wireless untuk melalukan pengiriman pada PC untuk menampilkan sinyal photoplethysmograph disertai dengan nilai detak jantung dalam satu menit. Pada penelitian tersebut alat sudah portable namun alat tersebut kurang praktis karena alat dengan tampilan display terpisah. Pada tahun 2016, Anggunmeka Luhur Prasasti melakukan penelitian yang berjudul “Perancangan Filter Analog Multistep pada Photoplethysmograph untuk Mengamati Detak Jantung Manusia Menggunakan Arduino” [4] pada penelitian tersebut menggunakan metode transmittan dengan sensor LDR (Light Dependent Resistor) receiver dan LED merah sebagai transmitter. Kelemahan pada penggunaan sensor tersebut lebih rentan terhadap noise karena tidak hanya menerima cahaya dari LED tetapi menerima seluruh cahaya yang ada. Pada tahun 2018, Wahyu Dwi Perdamaian melakukan penelitian yang berjudul “ Monitoring Photoplethysmography (PPG) Berbasis Arduino Tampil Personal Computer (PC)[5] Pada penelitian tersebut menampilkan sinyal PPG disertai dengan nilai BPM dan SpO2. Tetapi pada penelitian tersebut menggunakan display tampilan sinyal dan numerik dari SpO2 tampil pada PC, jika tidak ada PC maka sinyal dan nilai BPM dan SpO2 tidak dapat ditampilkan dan display terpisah dengan alat yang menyebabkan alat kurang praktis. Berdasarkan identifikasi masalah di atas, penulis akan membuat “ Monitoring Photoplethysmography Portable Tampil TFTdibuatnya alat ini diharapkan dapat mempermudah dalam memonitoring sinyal photoplethysmography disertai dengan nilai detak jantung per menit (BPM) dan presentase nilai saturasi pada oksigen dalam darah (SpO2) agar lebih praktis dengan display tampilan pada LCD TFT.