Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab ISSN: 2622-3570 Volume 2, Nomor 2, Februari 2020 E-ISSN:2621-394X Halaman 71-78 DOI: 10.35941/JATL Daya Dukung Lingkungan Lahan Tanaman Pangan Berdasarkan Pendekatan Telapak Ekologis Di Provinsi Kalimantan Timur Environmental Carrying Capacity Of Cropland Based On Ecological Footprint Approach In East Kalimantan Muhammad Helmi Rahman 1 , Rizky Sunandar Ahmad 1 , Ariyaningsih 1 , Cut Keumala Banaget 2 1) Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Kalimantan 2) Program Studi Teknik Lingkungan, Jurusan Ilmu Kebumian dan Lingkungan, Institut Teknologi Kalimantan Jalan Soekarno-Hatta KM 15, Karang Joang, Balikpapan Email: muhammadhelmirahman@gmail.com Manuscript received: 27 August 2019 Revision accepted: 3 October 2019. Abstrak. Laju pertumbuhan penduduk di Provinsi Kalimantan Timur mendorong bertambahnya permintaan berbagai kebutuhan sumberdaya terutama bahan pangan yang dihasilkan oleh lahan pertanian. Pembangunan yang cenderung mengarah pada pertumbuhan ekonomi,, lahan pertanian terutama pertanian tanaman pangan terus mendapatkan tekanan dari perluasan lahan pertambangan dengan laju pertumbuhan lahan rata-rata tahun 2012 2016 sebesar 2,18%. Tekanan dari penggunaan lahan pertambangan mempengaruhi kondisi ketahanan pangan Provinsi Kalimantan Timur di masa mendatang karena terus berkurangnya lahan pertanian yang ada saat ini. Dengan kondisi tersebut, diperlukan arahan untuk mengoptimalkan lahan pertanian tanaman pangan dengan mempertimbangkan kondisi ekologisnya. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan metode optimalisasi lahan tanaman pangan di Provinsi Kalimantan Timur berdasarkan pendekatan telapak ekologis. Telapak ekologis merupakan pendekatan yang digunakan untuk mengukur total biaya ekologis (dalam area lahan) dari aktivitas manusia. Pendekatan ini dipilih karena merupakan salah satu pendekatan yang memperhatikan daya dukung lingkungan sebagai tolok ukur keseimbangan dan keberlanjutan. Dalam penelitian ini teknik analisis yang digunakan ialah analisis biokapasitas, analisis telapak ekologis, dan analisis daya dukung ekologis. Hasil analisis biokapasitas secara keseluruhan tanaman pangan di Provinsi Kalimantan Timur yaitu 267.013,96 gha dengan Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi yang paling besar biokapasitasnya dengan persentase 44,03% dari total biokapasitas provinsi. Hasil analisis telapak ekologis terhadap konsumsi tanaman pangan di Provinsi Kalimantan Timur yaitu 204.719,06 gha dengan Kota Samarinda menjadi yang paling besar telapak ekologisnya dengan persentase 21,78% dari total telapak ekologis provinsi. Hasil analisis daya dukung ekologis menunjukkan kondisi keseimbangan antara ketersediaan pasokan tanaman pangan di alam dengan konsumsi penduduk terhadap tanaman pangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara agregat Provinsi Kalimantan Timur memiliki kondisi ekologis yang surplus pasokan tanaman pangan, namun secara parsial Kota Balikpapan, Bontang, dan Samarinda berada pada kondisi ekologis defisit pasokan tanaman pangannya. Kata kunci: Biokapasitas, Keseimbangan Ekologis, Lahan Tanaman Pangan, dan Telapak Ekologis Abstract. The growth rate of population in the Province of East Kalimantan encourages the demand for resource needs, especially crops land. However, the development tends to the growth of the economy. Hence, the agricultural land especially crops get pressure from the expansion of mining land with an average growth rate around 2.18% in 2012 2016. The pressure of the use of mining land will reduce agricultural land that will impact to crops tenacity condition in East Kalimantan in the future. Based on that condition, it needs a direction to optimized crops land by considering the ecological condition. This research aims to formulate direction to optimize crops land in East Kalimantan towards ecological footprints. Ecological footprint approach is used to measure total ecological costs (around the land area) from human activity. This approach focused on environmental carrying capacity as the benchmarks of balance and sustainable. This research used analysis technique, such as the analysis of bio-capacity, ecological footprint, and ecological carrying capacity. The result of the bio-capacity analysis is 267.013,96 gha of the whole crops in the Province of East Kalimantan. Based on that result, Kutai Kartanegara became the biggest bio-capacity with percentage of 44,03% of all province bio-capacity. The result of ecological footprint analysis to the consumption of the crops in East Kalimantan is 204.719,06 gha. Based on the result, Samarinda became the biggest result with the percentage of 21,78%. The result of ecological carrying capacity analysis showed the condition of balance between the availability of crops in nature with the population consumption of crops. The result showed that in aggregate East Kalimantan has surplus crops in ecological condition, but it contrasts with Balikpapan, Bontang, and Samarinda that have deficit crops in ecological condition. Keywords: Biocapacity, Ecological Balance, Cropland, and Ecological Footprint