Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam Vol. XIII No. 1, Juni 2019, 83-98 p-ISSN 1978-6670 | e-ISSN 2579-4167 DOI: https://doi.org/10.24090/mnh.v0i1.2213 FIKIH EKOWISATA BERBASIS MAQAṢID AL-SYARĪ’AH: STUDI PENGELOLAAN WISATA ALAM HUTAN MANGROVE DI WONOREJO KOTA SURABAYA Moh. Mufid Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Jl. Ahmad Yani No.117, Jemur Wonosari, Kec. Wonocolo, Kota Surabaya Email: moephid@yahoo.com.sg Submit : 05 Februari 2019 Diterima : 20 Maret 2019 Revisi : 15 Maret 2019 Terbit: : 25 Juni 2019 Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mengkonstruksi fikih ekowisata berbasis maqāṣid al-syarī’ah. Pengelolaan ekowisata mangrove di Wonorejo Kota Surabaya menggunakan pendekatan konservasi dan partisipasi masyarakat untuk menjamin ekosistem hutan mangrove secara berkelanjutan. Dalam perspektif maqāṣid syarī’ah pengelolaan ekowisata yang berkelanjutan ini sejalan dengan semangat filosofis dalam tujuan syariat: (1) ḥifẓ al-māl dalam konteks ekowisata mangrove untuk memberdayakan masyarakat dalam bidang ekonomi, (2) ḥifẓ al-bī’ah dalam konteks ekowisata mangrove meniscayakan adanya perlindungan terhadap aspek ekologis dan (3) ḥifẓ al-‘aql dalam konteks ekowisata berfungsi sebagai media pembelajaran dalam dunia pendidikan pengembangan ilmu pengetahuan. Fikih ekowisata sebagai suatu gagasan yang bertumpu pada pendekatan dan empiris atas pemanfatan hutan mangrove sebagai wisata alam diharapkan mampu memberikan wawasan terhadap pengunjung agar bersikap ramah lingkungan. Konstruksi fikih ekowisata dapat dirumuskan dengan mempertimbangkan aspek: pertama, orientasi ekowisata harus dibangun dengan tujuan melestarikan ekosistem mangrove; kedua, pengelolaan ekowisata mangrove berbasis analisis kemaslahatan dari aspek ekologi, ekonomi dan edukasi; ketiga, pengembangan ekowisata mangrove tidak bertentangan prinsip syariah; keempat, pengelolaan ekowisata mangrove berdasarkan izin pemangku kebijakan; kelima, keterlibatan masyarakat dalam pelestarian wisata alam hutan mangrove sebagai kewajiban kolektif (farḍu kifāyah). Kata kunci: ekowisata, hutan mangrove, fikih, maqāṣid al-syarī’ah, Wonorejo Abstract This article aims to construct ecotourism jurisprudence (fiqh) based on maqāṣid syarī’ah. Management of mangrove ecotourism in Wonorejo Surabaya city uses a conservation and society participation approach to ensure the mangrove forest ecosystem is sustainable. In the perspective of the maqāṣid syarī’ah the management of sustainable ecotourism is in line with the philosophical spirit in the following objectives of Shari’a: (1) ḥifẓ al-māl in the context of mangrove ecotourism to empower local communities in the economic field, (2) ḥifẓ al-bī’ah in the context of mangrove ecotourism requires the protection of ecological aspects, and (3) ḥifẓ al-‘aql in the context of ecotourism functions as a learning medium in the world of science development education. Jurisprudence for ecotourism as an idea that relies on a normative and empirical approach to the utilization of mangrove forests as natural tourism is expected to be able to provide insight to visitors to be eco-friendly. The construction of ecotourism jurisprudence can be formulated by considering the following