JURNAL TEKNIK ITS VOL.5, No.2, (2016) ISSN:2337-3539 (2301-9271 Print) F156 AbstrakPenanganan limbah sekam padi saat ini umumnya ingin memanfaatkan kandungan Silika (SiO2) pada sekam padi yang telah dibakar (abu sekam padi). Kandungan silika yang diperoleh dapat dimanfaatkan dalam pembuatan material inovatif seperti Natrium Super Ionic Conductor (NASICON). Pada penelitian ini, pembentukan NASICON menggunakan metode sol-gel dari, Na2SiO3, H3PO4 dan ZrOCl.8H2O dengan variasi temperatur sintering yakni 900 o C, 1000 o C dan 1100 o C. Pengujian SEM, XRD, FTIR, dan LRC dilakukan untuk mengetahui fasa, struktur, gugus fungsi, dan konduktifitas yang dimilikinya. Dari hasil pengujian diketahui bahwa fasa NASICON yang paling baik diperoleh pada temperatur 900 o C yaitu Na3Zr2Si2PO12 , kemudian nilai konduktivitas ionik tertinggi juga diperoleh pada NASICON dengan temperatur 900 o C sebesar 0,241x10 -6 S/cm. Kata KunciSekam Padi, Silika, Natrium Super Ionic Conductor (NASICON), Sol-Gel I. PENDAHULUAN IMBAH sekam padi yang merupakan produk samping dari hasil penggilingan padi, selama ini hanya digunakan sebagai bahan bakar untuk pembakaran batu merah, pembakaran untuk memasak atau dibuang begitu saja. Penanganan sekam padi yang kurang tepat akan menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan. Penanganan limbah sekam padi saat ini adalah dengan memanfaatkan kandungan Silika (SiO2) pada sekam padi yang telah dibakar (abu sekam padi). Folleto [1], telah melakukan eksperimen untuk mengetahui kandungan dalam abu sekam padi. Silika mendominasi kandungan dari abu sekam padi yaitu sekitar 94.4%. Nilai paling umum kandungan silika (SiO2) dalam abu sekam padi adalah 90-99% dan sejumlah kecil alkali dan logam pengotor. Apabila kandungan silikanya mendekati atau di bawah 90% kemungkinan disebabkan oleh adanya sampel sekam padi yang telah terkontaminasi oleh zat lain yang kandungan silikanya rendah[1]. Diantara banyak metode yang dapat dilakukan, metode sol- gel adalah metode yang paling banyak digunakan dari berbagai peneletian yang ada sebelumnya. Hal ini disebabkan karena sintesis silika dengan metode ini dapat mempermudah pengendalian ukuran partikel dan dan bentuk dengan mengatur kondisi sintesisnya. Proses sol-gel memperkenankan sintesis dari nanopartikel silika dengan reaksi hidrolisis dan kondensasi pada alkoksida dengan adanya alkohol agar menyediakan regulasi yang lebih dari reaksi kinetic [2]. Nanopartikel silika dapat diaplikasikan sebagai precursor beberapa material inovatif saat ini, salah satunya sebagai precursor dalam pembuatan Natrium Super Ionic Conductor (NASICON) .Elektrolit padat saat ini merupakan material yang banyak diaplikasikan di dunia industri karena sifat konduksi ionnya yang tinggi. Material ini banyak digunakan pada perangkat elektrokimia yang canggih seperti fuel cell, baterai, membran pemisah gas, sensor kimia, dan yang masih dikembangankan yaitu ionic switches. NASICON type konduktor ion telah diuji secara massal dalam aplikasi energi di berbagai bidang. Konduktifitas ion yang tnggi dan unit fosfat yang stabil adalah keunggulan dari NASICON dibanding material elektrolit yang lain [3]. Terdapat dua metode dalam pembuatan NASICON ini, yaitu metode Solid-State, yaitu padatan kristalin yang disintesis secara langsung dari pereaksi-pereaksinya yang berwujud padat dan metode Sol-Gel yaitu larutan yang mengalami perubahan fase menjadi sol, kemudian menjadi gel [2]. Metode sol-gel dipilih dalam sintesis ini karena kebutuhan bahan pembuatan yang lebih murah dan mudah, membutuhkan temperatur yang tidak terlalu tinggi serta material yang diperoleh lebih padat dan lebih homogen [4]. II. METODOLOGI PENELITIAN A. Peralatan yang digunakan Peralatan yang digunakan pada penelitian ini antara lain, timbangan digital, spatula, crusible, dies, mesin kompaksi, furnace, kertas pH, kertas saring, gelas ukur, alat uji X-Ray Diffraction (XRD), alat uji Scanning Electron Microscope(SEM), alat uji Fourier Transform-Infra Red(FTIR), dan alat LCR Meter. Pengaruh Temperatur Sintering pada Pembentukan Fasa Natrium Super Ionic Conductor (NASICON) Na 1+x Zr 2 Si x P 3-x O 12 (x=2) dan Sifat Konduktifitas Ionik Elektrolit Padat Husein Abdurrachim, Hariyati Purwaningsih, Vania Mitha Pratiwi Jurusan Teknik Material dan Metalurgi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia e-mail : hariyati@mat-eng.its.ac.id L Dalam mengaplikasikan NASICON sebagai solid elektrolit baterai, fasa serta konduktivitas ionik material ini sangat penting. Pengontrolan temperatur sintering terhadap gel yang sudah dihasilkan tentunya diperlukan, hal ini dikarenakan pada proses sintering, terjadi proses pembentukan fase baru serta berpengaruh pada struktur pertumbuhan kristal melalui proses pemanasan [5]. Sehingga, kontrol temperatur sintering pada penelitian memegang peranan penting dalam pembuatan NASICON.