Jurnal Cakrawala Pendas, Volume I, No. 2 Juli 2015 ISSN : 2442-7470 33 PENDIDIKAN KARAKTER DAN BUDAYA BANGSA DALAM DONGENG GUNUNG TAMPOMAS DAN CADAS PANGERAN (dalam Kontek Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V SD) Windu Mandela windumandela17@gmail.com STKIP Sebelas April Sumedang ABSTRAK Penelitian ini beranjak dari permasalahan yang timbul atas kurangnya nilai karakter yang tercermin dalam kepribadian para pemimpin. Seperti maraknya kasus korupsi, tidak dapat mengayomi anak buahnya, dan memberi contoh yang baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai karakter belum terbina dan tercermin dengan baik. Selain itu juga, bahan pembelajaran pun monoton kurang menggunakan bahan ajar yang sebenarnya banyak terdapat di sekitar. Seperti halnya pemanfaatan cerita rakyat, dalam cerita rakyat ini terdapat nilai karakter yang dapat ditransformasikan ke dalam pribadi siswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai karakter Tanggung-Jawab, Semangat Kebangsaan, dan Kerja Keras yang terkandung di dalam cerita rakyat Gunung Tampomas dan Cadas Pangeran Versi folklore Kab. Sumedang. Setelah itu memformulasikannya kedalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi siswa SD kelas V. Jenis penelitian ini ialah kualitatif analisis deskrtiptif. Peneliti menganalisis nilai karakter dalam cerita kemudian mendeskripsikannya. Berdasarkan hasil analisis, terdapat nilai karakter yang terkandung dalam cerita rakyat Cadas pangeran dan Gunung Tampomas. Kata Kunci: Cerita Rakyat, Karakter, dan Pembelajaran. Pendahuluan Pusat Kurikulum Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan delapan belas nilai karakter. Ada pun dari delapan belas nilai karakter tersebut, tiga yang menjadi pusat kajian dalam penelitian ini, yakni Tanggung-jawab, Semangat Kebangsaan, dan Kerja Keras. Tiga nilai karakter ini merupakan beberapa nilai yang membentuk nilai kepemimpinan. Nilai kepimpinan penting untuk ditanamkan dalam kepribadian anak didik, sebab anak didik akan menjadi generasi penerus bangsa. Peran pendidikan sangat besar dalam membentuk generasi yang berkualitas. Kehidupan berbangsa dan bernegara bekalangan ini semakin mengkhawatirkan. Sikap Tanggung-jawab, Semangat Kebangsaan, dan Kerja Keras semakin berkurang. Manusia semakin individualis tidak terlalu memperdulikan individu yang lain atau keadaan sekitarnya. Bermusyawarah yang merupakan aplikasi dari sikap demokrasi sudah berkurang. Masyarakat kerap kali memaksakan kehendaknya tanpa memperdulikan rasa sosial dan tanggung-jawab. Indonesia merupakan Negara yang kaya akan suku bangsa, adat-istiadat, dan bahasa, semuanya itu memiliki nilai luhur perihal kehidupan. Seiring perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi