Agriprima, Journal of Applied Agricultural Sciences Maret, 2020 Online version : https://agriprima.polije.ac.id Vol.4, No. 1, Hal. 71-82 P-ISSN : 2549-2934 | E-ISSN : 2549-2942 DOI: 10.25047/agriprima.v4i1.322 Publisher : Politeknik Negeri Jember 71 Perbedaan Pencacahan Daun Cengkeh Varietas Zanzibar (Syzgium aromaticum L.) Terhadap Hasil Minyak Atsiri Author(s): Rochmathul Ummah (1) ; Lilik Mastuti (1)* ; Siti Humaida (1) (1) Jurusan Produksi Pertanian, Politeknik Negeri Jember * Corresponding author: lilik_mastuti@polije.ac.id ABSTRAK Limbah daun cengkeh berlimpah dan telah dimanfaatkan menjadi minyak. Minyak daun cengkeh adalah salah satu produk minyak atsiri unggulan di Indonesia dan kebutuhan minyak daun cengkeh terus meningkat setiap tahun. Tetapi seringkali rendemen minyak yang dihasilkan rendah. Perbedaan pencacahan daun cengkeh merupakan alternatif untuk meningkatkan rendemen minyak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dari perbedaan pencacahan daun cengkeh terhadap hasil minyak atsiri dan mencari perlakuan terbaik dalam menghasilkan rendemen minyak tertinggi. Penelitian ini dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Pakan dan Laboratorium Alat dan Mesin Pertanian Politeknik Negeri Jember. Dilaksanakan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Faktor yang digunakan yaitu perbedaan pencacahan dengan 3 taraf perlakuan yang terdiri dari daun utuh (P1), cacahan besar (P2), cacahan kecil (P3) dan 9 ulangan menggunakan penyulingan uap dan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbedaan pencacahan berpengaruh sangat nyata terhadap hasil minyak atsiri pada parameter kuantitatif. Pada parameter kualitatif, perbedaan pencacahan menghasilkan rendemen bahan tertinggi yaitu cacahan kecil, warna minyak yang banyak dihasilkan adalah cokelat kekuningan dan kuning kecokelatan, serta kadar eugenol semua perlakuan sesuai SNI. Eugenol tertinggi adalah perlakuan daun utuh. Perlakuan terbaik untuk menghasilkan rendemen minyak tertinggi adalah perlakuan dengan cacahan kecil. Kata Kunci: Minyak atsiri; Pencacahan daun; Varietas zanzibar; Keywords: Cutting on leave; essential oil; zanzibar variety; ABSTRACT The abundant waste of clove leaves has been used for oil production. The clove leaves oil is one of the quality essential oil production in Indonesia, and the demand is increase every year. However, the production is very low. The difference of the cutting on the clove leaves is an alternative for increasing the oil yield. The objective of this research is to find out the effect of the cutting on the result of essential oil and to find out the best treatment to generate the highest yield. This research is conducted at Technical Unit of Food and Agriculture tool and machinery Laboratory of Polytechnic of Jember. This research is conducted using non-factorial Randomized Block Design. The factor to be used are the difference cutting by using 3 stages of treatment that covers full leaves (P1), big cut (P2), and small cut (P3) and 9 repeatition by using water and steam distillation. The results showed that the treatment affect significantly on the essential oil at the quantitative parameter. Regarding qualitative parameter, the difference of the cutting that generates the highest material yield is the small cut, while the color of oil that is mostly produced is yellowish brown and brownish yellow and the highest eugenol is generated by the full leave treatment. The best treatment to generate the highest oil yield is the treatment using small cut.