Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol. 18, No. 2, (2016) 113 - 122
113
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir
Laman Jurnal: jurnal.batan.go.id/index.php/jpen
Perbandingan Keekonomian Transmisi HVDC dan
Pengangkutan Batubara Dalam Pengembangan Kelistrikan
Kalimantan - Sulawesi
Edwaren Liun*
Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, BATAN, Jl. Kuningan Barat, Jakarta, Indonesia
INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK
Riwayat Artikel:
Diterima:
22 Desember 2016
Diterima dalam bentuk revisi:
14 Februari 2017
Disetujui:
1 Maret 2017
PERBANDINGAN KEEKONOMIAN TRANSMISI HVDC DAN PENGANGKUTAN BATUBARA
DALAM PENGEMBANGAN KELISTRIKAN KALIMANTAN - SULAWESI. Sehubungan dengan
karakteristik beban pada banyak wilayah di Indonesia, sistem kelistrikan sering tidak efisien. Di
daerah yang jauh dari jaringan interkoneksi dan pulau terpencil misalnya, pemilihan jenis
pembangkit berbahanbakar murah seperti batubara tidak tidak dapat diterapkan, sedangkan
pembangkit berbahanbakar minyak biayanya sangat tinggi dan memberatkan beban subsidi.
Akibatnya daerah tersebut tetap menggunakan pembangkit berbahanbakar minyak dengan
membatasi waktu nyala pembangkit dan konsumen tidak mendapat layanan memuaskan.
Makalah ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana kemanfaatan sistem transmisi HVDC dari
Kalimantan ke Sulawesi sehingga konsumen mendapat layanan lebih baik dan dapat
berproduksi untuk meningkatkan kesejahteraan. Metode yang digunakan dalam analisis ini
adalah penelusuran pustaka dan melakukan perhitungan berdasarkan formula yang ada. Hasil
yang diperoleh bahwa segi biaya langsung, sistem HVDC yang meliputi biaya saluran transmisi,
konverter dan rugi-rugi daya berkisar antara 0,46 – 0,60 USD¢/kWh untuk kapasitas daya
berkisar antara 500 – 2000 MWe. Sedangkan biaya angkut batubara berkisar antara 0,544 –
0,645 USD ¢/kWh untuk tongkang berukuran panjang antara 270 – 330 feet. Dengan demikian,
untuk wilayah Indonesia dengan banyak pulau dan daerah terpencil memungkinkan secara lebih
ekonomis untuk menyalurkan listrik dengan transmisi HVDC dari pulau atau daerah yang sistem
listriknya telah berkembang, sehingga wilayah terpencil juga mendapat layanan listrik yang prima
untuk meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan penduduknya.
ABSTRACT
ECONOMIC COMPARISON OF HVDC TRANSMISSION AND COAL TRANSPORT FOR
KALIMANTAN – SULAWESI POWER SYSTEM EXPANSION. Due to the load characteristics
on many regions in Indonesia, the electrical system is often inefficient. In areas far from an
interconnected network, for example isolated island, the choice of low cost fueled plants such as
coal can not be applied, while the oil fueled has a very high generation cost and high burdened
on subsidies. As a result, those area are still use oil fueled plant by limiting the generator flame
time and consumers do not receive satisfactory service. This paper aims to analyze the extent to
which the benefit of HVDC transmission system from Kalimantan to Sulawesi so that consumers
could get better services and able to produce in order to improve their welfare. The method used
in this analysis is a literature study and perform calculations based on existing formula. The
result shows that in term of direct cost, HVDC system which covers transmission line, converter
and loses cost, yield in a range of 0,46 -0,60 USD¢/kWh for the capacity within 500 – 2000 Mwe.
While coal transportation cost is in the range of 0,544 – 0,645 USD ¢/kWh for long barge
between 270 – 300 feet. Therefore, for the region of Indonesia which consist lots of islands and
remote areas, power supply using HVDC transmission from area with more evolved electrical
system could enable more economical, so that remote region also got excellent electrical
services to improve the well-being and incomes of the population.
Keywords: HVDC, remote areas, power plant, effective, efficient.
Kata kunci:
HVDC,
Daerah terpencil,
Pembangkit listrik,
Efektif,
Efisien.
© 2016 Jurnal Pengembangan Energi Nuklir. All rights reserved
1. PENDAHULUAN
Indonesia sebagai negara dengan
wilayah yang luas, jumlah penduduk yang
banyak dan beraneka latar dan profil wilayah
menampilkan banyak tantangan untuk
diatasi. Salah satunya adalah menyediakan
energi listrik dan mendistribusikannya ke
setiap wilayah berpenduduk. Menghadapi
tantangan tersebut membutuhkan berbagai
upaya meliputi pembangunan fasilitas untuk
mencapai tujuan sesuai dengan fungsi secara
efektif dan efisien. Pembangunan fasilitas
pembangkit listrik misalnya, tidak dapat *Penulis korespondensi.
E-mail: edwaren@batan.go.id