JURNAL WILAYAH DAN LINGKUNGAN
P-ISSN: 2338-1604 dan E-ISSN: 2407-8751
Volume 8 Nomor 1, April 2020, 36-50
http://dx.doi.org/10.14710/jwl.8.1.36-50
© 2020 LAREDEM
Journal Homepage: http://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jwl
How to Cite:
Cahyono, S. A., Falah, F., & Raharjo, S. A. R. (2020). Identifikasi sektor ekonomi unggulan di Daerah Tangkapan
Air Danau Rawa Pening. Jurnal Wilayah dan Lingkungan, 8(1), 36-50. doi:10.14710/jwl.8.1.36-50.
Identifikasi Sektor Ekonomi Unggulan di Daerah
Tangkapan Air Danau Rawa Pening
Sigit Andy Cahyono
1
Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Indonesia
Faiqotul Falah
Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Indonesia
S. Agung Sri Raharjo
Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Indonesia
Artikel Masuk : 8 Mei 2019
Artikel Diterima : 20 April 2020
Tersedia Online : 30 April 2020
Abstrak: Danau Rawa Pening merupakan salah satu danau prioritas yang menghadapi
persoalan eutrofikasi dan sedimentasi cukup parah. Pertanian masyarakat menjadi salah satu
yang diduga menjadi sumber masalah di Danau Rawa Pening, padahal kesejahteraan
masyarakat menjadi salah satu kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, pengembangan sektor
ekonomi di Daerah Tangkapan Air (DTA) dan sempadan Danau Rawa Pening harus memiliki
keunggulan, namun informasi atas hal ini masih diabaikan dan terbatas. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis sektor ekonomi unggulan di daerah tangkapan air Danau Rawa
Pening. Penelitian menggunakan metode Tipologi Klassen untuk mengetahui pola dan
struktur ekonomi serta metode Location Quotient dalam menentukan sektor ekonomi yang
memiliki keunggulan komparatif di setiap kecamatan yang berada di daerah tangkapan air
danau Rawa Pening dan analisis kontribusi sektoral. Data yang dipergunakan merupakan data
sekunder dan pengamatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Bawen
merupakan daerah maju tetapi tertekan, mengandalkan sektor industri pengolahan.
Kecamatan yang maju pesat (Tuntang, Jambu, Sumowono, dan Ambarawa) mengandalkan
semua sektor ekonomi. Kecamatan yang tertinggal (Getasan dan Banyubiru) mengandalkan
sektor primer. Sektor unggulan setiap kecamatan berbeda tergantung pada sumber daya dan
keunggulan komparatifnya. Sektor ekonomi unggulan berkontribusi relatif signifikan pada
perkembangan perekonomian di DTA Danau Rawa Pening. Pengembangan sektor ekonomi
akan lebih baik diarahkan pada sektor ekonomi unggulan sehingga dapat menarik sektor yang
bukan basis terutama dalam keterbatasan sumber daya dan alokasi anggaran pembangunan.
Selain itu, analisis location quotient dapat digunakan untuk analisis wilayah dengan batas
alamiah seperti daerah tangkapan air atau daerah aliran sungai.
Kata Kunci: daerah tangkapan air; location quotient; keunggulan komparatif
1
Korespondensi Penulis: Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai
Email: sandycahyono@yahoo.com