Wijaya, et al/Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan Vol. 6 No. 5 Mei 2019: 1072-1085; PERAN WAKAF PRODUKTIF DALAM PEMBERDAYAAN KEMANDIRIAN EKONOMI PONDOK PESANTREN (STUDI KASUS PESANTREN TEBUIRENG YAYASAN HASYIM ASYARI JOMBANG) 1072 PERAN WAKAF PRODUKTIF DALAM PEMBERDAYAAN KEMANDIRIAN EKONOMI PONDOK PESANTREN (STUDI KASUS PESANTREN TEBUIRENG YAYASAN HASYIM ASYARI JOMBANG) 1 Muhammad Widyarta Wijaya Departemen Ekonomi Syariah-Fakultas Ekonomi dan Bisnis-Universitas Airlangga Email: m.widyarta.wijaya-2014@feb.unair.ac.id Raditya Sukmana Departemen Ekonomi Syariah-Fakultas Ekonomi dan Bisnis-Universitas Airlangga Email: raditya-s@feb.unair.ac.id ABSTRACT: This study aims to describe the role of productive endowments in economic empowerment of Islamic boarding schools. This study used qualitative research methods. The analysis technique used is descriptive with a case study method in which this research is conducted by conducting interviews, documentation and direct observation. The results of the study show that the Nazi Hasyim Asyari Foundation has managed 7 productive waqf units which focus on the local unit of teaching and learning very well as seen from the average monthly profit of around 2.2 billion Rupiah. The profit is allocated 80% for the development of Islamic boarding schools and 20% for scholarships amounting to 80% of elementary school students, 75% of santri Mualimin and 100% for students. Scholarships are only given to classical education units on ideological grounds. All funding for all activities at the Tebuireng Islamic Boarding School comes from the income of productive waqf units which are supervised and developed by the Hasyim Asyari Foundation Keywords: waqf, productive waqf, productive waqf units, productive waqf roles, nazhir Hasyim Asyari Foundation 1 Jurnal ini merupakan bagian dari skripsi Muhammad Widyarta Wijaya, NIM: 04123456, yang diuji pada tanggal 6 Mei 2019. I. PENDAHULUAN Sistem ekonomi syariah muncul berperan sebagai alternatif penyelesaian masalah-masalah ekonomi dan sosial yang tumbuh diantara masyarkat, seperti masalah pemerataan pendapatan dan pembangunan kemandirian ekonomi masyarakat. Sistem ekonomi syariah yang dapat dikatakan transparan, adil, dan stabil menambah daya tarik masyarakat untuk beralih ke sistem ekonomi syariah. Akan tetapi, jumlah penduduk islam yang dominan dan besartidak menjamin berkembangannya ekonomi syariah yang berkualitas.Dalam hal ini ekonomi islam memiliki beberapa instrumen untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Salah satunya adalah innstrumen wakaf. Dengan adanya lembaga wakaf yang kreatif dan kompeten menjadi sebuah strategi yang tepat untuk membangun perekonomian umat. Pondok pesantren mmerupakan lembaga pendidikan asli Indonesia yang tidak terpisahkan dengan kegiatan wakaf. Tanpa adanya wakaf, maka akan sulit bagi pesantren untuk mengembangkan sayapnya. Proses terbentuknya pesantren yang cenderung di bangun dari bawah ke atas tersebut berbeda dengan lembaga pendidikan formal semisal sekolah yang pendiriannya