140 | Sarkawi B. Husain MEMAHAMI SURABAYA DARI KAMPUNG DINOYO Sarkawi B. Husain 1 Identitas Buku Judul : Surabaya, 1945-2010: Neighbourhood, State and Economy in Indonesia’s City of Struggle Penulis : Robbie Peters Penerbit : ASAA-NUS Press-nias Press Tebal : xvii; 254 hlm Tahun Terbit : 2013 Pendahuluan Tepat satu dekade setelah Howard Dick menerbitkan bukunya yang berjudul “Surabaya, City of Work: A Socio-economic Histroy, 1900-2000” (2003), akhirnya sebuah buku tentang masyarakat dan kota Surabaya terbit kembali di penghujung tahun 2013. Buku yang berjudul “Surabaya, 1945-2010: Neighbourhood, State, and Economy in Indonesia’s City of Struggle” ini ditulis oleh Robbie Peters, seorang antropolog dan dosen di University of Sydney yang sekaligus dapat dikatakan sebagai Indonesianis generasi baru. Pilihannya memilih Surabaya sebagai fokus kajian patut diapresiasi. Sepanjang pengetahuan saya, tidak banyak ilmuan asing yang menaruh perhatian pada Kota Surabaya terutama untuk kajian yang sifatnya komprehensif. Sebelum Robbie Peters, beberapa nama dapat disebut seperti James Peacok (1968), William Frederick (1978; 1986), dan Howard Dick (2003). “Ketidaktertarikan” sebagian ilmuan asing untuk menjadikan Surabaya sebagai pokok kajian agak mengherankan. Padahal jauh sebelum pemerintah kolonial Belanda menguasai wilayah ini, kota ini telah tumbuh menjadi salah satu kota penting di Nusantara. Menurut Dick, pada abad ke-19 ketika Jawa Timur berkembang dengan ekonomi perkebunannya, Surabaya dengan pelabuhan alamnya menjadi kota terbesar. Pembangunan berbagai infrastruktur seperti rel kereta api, galangan kapal, dan industri, serta penggunaan tenaga uap untuk mesin penggiling tebu, membuat Surabaya berkembang menjadi salah satu kota pelabuhan modern 1 Staf Pengajar Departemen Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga, Email: sarkawihusain@gmail.com