74 PERANCANGAN DATA WAREHOUSE UNTUK KEBUTUHAN SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN DIVISI REVENUE ASSURANCE STUDI KASUS: PT. XXX Heryudi Ganesha Universitas Paramadina Jl. Gatot Subroto Kav. 97 Mampang, Jakarta 12790 Indonesia heryudi.ganesha@paramadina.ac.id Abstract— PT. XXX is involved in energy sector, operates distribution pipes over 3.500 km, supplies for power plants, industries, commercial business, and others in Indonesia. In supporting the organization's business processes, they use several information systems. The complexity of the system as well as the differences in both system databases require breakthrough efforts with the adoption of more sophisticated data management and information technology with data warehouses. The data warehouse is the source of all data from every part or division of the organization. In accordance with the needs of the organization, more specifically the revenue assurance division. After identification, this will be done by developing two data mart subjects, namely customer data mart and financial data mart. Keywords— data warehouse, data mart, etl Abstrak— PT. XXX bergerak dibidang energi, mengoperasikan jalur pipa distribusi sepanjang lebih dari 3.500 km, menyuplai ke pembangkit listrik, industri, usaha komersial, dan lain-lain di Indonesia. Dalam menunjang proses bisnis organisasi, mereka menggunakan berapa sistem informasi. Kompleksitas sistem tersebut serta perbedaan sumber basis data kedua sistem, perlu upaya terobosan dengan penerapan teknologi pengelolaan data dan informasi yang lebih mutakhir yaitu dengan data warehouse. Data warehouse adalah sumber dari semua data setiap bagian/divisi organisasi. Sesuai kebutuhan organisasi, lebih spesifik lagi pada divisi Revenue Assurance. Diidentifikasi akan dijadikan menjadi dua subjek data mart, yaitu data mart pelanggan dan data mart keuangan. Keywords— data warehouse, data mart, etl I. PENDAHULUAN PT. XXX bergerak dibidang migas, mengoperasikan jalur pipa distribusi sepanjang lebih dari 3.500 km, menyuplai ke pembangkit listrik, industri, usaha komersial termasuk restoran, hotel dan rumah sakit, serta rumah tangga di wilayah-wilayah yang paling padat penduduknya di Indonesia. Dalam menunjang proses bisnis organisasi, mereka menggunakan sistem informasi customer relationship management (CRM) serta enterprise resource planning (ERP). Kompleksitas sistem CRM dan ERP serta perbedaan sumber basis data kedua sistem, perlu upaya terobosan dengan penerapan teknologi pengelolaan data dan informasi yang lebih mutakhir. Divisi Revenue Assurance dalam melaksanakan sebagian tugasnya, yaitu melakukan analisa data pelanggan dan keuangan, dibutuhkan efektifitas dan efisiensi proses analisa data dari kedua basis data tersebut yang pada akhirnya dapat mendorong kinerja organisasi. Aktifitas ini cukup kompleks, sehingga dibutuhkan solusi pengintegrasian data dengan komprehensif. II. LANDASAN TEORI Data warehouse adalah sumber dari semua data setiap bagian/divisi organisasi. Sedangkan data pada data mart pasti berhubungan juga dengan data pada tingkat operasional atau data warehouse, data yang ada pada bagian/divisi atau lingkungan data mart pada dasarnya berbeda dari data yang ada pada lingkungan data warehouse. Hal ini disebabkan karena data pada data mart terbentuk denormalisasi, ringkas, dan terbentuk dengan syarat/prasayarat operasional dari satu bagian/divisi.[1] Data warehouse adalah suatu data organisasi yang terkonsolidasi atau terintegrasi diambil dari beberapa sumber data operasional yang berbeda serta mencakup alat-alat untuk pengguna yang mampu mendukung query sederhana hingga sangat kompleks dalam mendukung pengambilan keputusan.[2] Sedangkan definisi menurut Sharda et al., data warehouse adalah sebuah basis data komprehensif untuk mendukung semua analisis keputusan yang diperlukan oleh organisasi dengan menyediakan ringkasan sekaligus informasi rinci.[3]