Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol. 12 No. 2, Desember 2018, p. 115 - 125 115 PARAMETER GENETIK SIFAT PERTUMBUHAN DAN KERAPATAN KAYU KLON Eucalyptus pellita F. Muell. DI DUA TAPAK YANG BERBEDA DI KALIMANTAN TIMUR Genetic parameters for growth and basic density of Eucalyptus pellita F. Muell. clones at two different sites in East Kalimantan Achmad Ramadan 1 , Sapto Indrioko 2 dan Eko Bhakti Hardiyanto 2 1 Mahasiswa pasca sarjana, Program Studi Ilmu Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada Jl. Agro Bulaksumur No. 1, Sleman, Yogyakarta, Indonesia 2 Staf pengajar, Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada Jl. Agro Bulaksumur No. 1, Sleman, Yogyakarta, Indonesia email: sindrioko@ugm.ac.id Tanggal diterima: 23 Oktober 2018, Tanggal direvisi: 24 Oktober 2018, Disetujui terbit: 17 November 2018 ABSTRACT Industrial forest plantations have an important role in fulfilling the wood demand. Based on global industrial development, the forest plantations industry will increase in the following years. Eucalyptus pellita has become main species in Indonesia forest plantations because it has a short cycle and wood products are suitable to forest industry. The average productivity of E. pellita plantations in Indonesia is still low and high variation. In an effort to increase the productivity, the first step is a better understanding of genetic control on growth and basic density. This study aims to determine the genetic parameters for growth and basic density of E. pellita clones on two different sites of clonal trial. The trials are designed using RCBD. The number of clones tested in both trial was 30, 5 blocks and 25 tree/plot. The result of the study showed that the effects of clones vary greatly according the enviromental conditions. The clones-environemntal interaction of growth trait is higher than the basic density. This is in line with genetic parameters of growth trait that are less stable than the basic density. The expected genetic gain of growth trait is higher than the basic density and at the same time there was a weak genetic correlation (there is even a negative) between growth trait and basic density. Therefore carefulness is needed in selecting clones when the two traits are used as selection parameters. Keywords: broadsense heritability, genetic gain, genetic correlation, type B correlation ABSTRAK Hutan tanaman industri memiliki peran yang penting dalam memenuhi kebutuhan kayu. Berdasarkan perkembangan industri secara global, industri hutan tanaman akan meningkat pada tahun-tahun selanjutnya. Eucalyptus pellita menjadi pilihan utama dalam hutan tanaman di Indonesia karena berdaur singkat dan produk kayu sesuai dengan kebutuhan industri. Rerata produktivitas hutan tanaman E. pellita di Indonesia masih rendah dan memiliki variasi pertumbuhan yang tinggi. Dalam upaya meningkatkan rerata produktivitas tegakan langkah pertama yang perlu dilakukan adalah pemahaman yang lebih baik mengenai kontrol genetik terhadap sifat pertumbuhan dan kerapatan kayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter genetik untuk pertumbuhan dan kerapatan kayu pada uji klon E. pellita di dua tapak yang berbeda. Percobaan dirancang menggunakan rancangan acak kelompok lengkap. Jumlah klon yang diuji di kedua tapak adalah 30, diulang 5 kali dan jumlah pohon/plot adalah 25. Hasil penelitian memperlihatkan efek klon sangat bervariasi menyesuaikan terhadap kondisi lingkungannya. Interaksi klon dengan lingkungan pada sifat pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan dengan sifat kerapatan kayu. Hal tersebut sejalan dengan nilai parameter genetik sifat pertumbuhan yang kurang stabil dan kontrol genetik yang lebih rendah dibandingkan dengan sifat kerapatan kayu. Nilai perolehan genetik sifat pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan dengan sifat kerapatan kayu dan disaat yang bersamaan terdapat korelasi genetik yang lemah antara sifat pertumbuhan dan sifat kerapatan kayu. Oleh karena itu diperlukan kehati-hatian dalam melakukan seleksi klon ketika kedua sifat tersebut dijadikan parameter seleksi. Kata kunci: heritabilitas, perolehan genetik, korelasi genetik, korelasi tipe B I. PENDAHULUAN Hutan tanaman industri memiliki peran yang penting dalam memenuhi kebutuhan kayu bagi industri kehutanan dan menyediakan sekitar sepertiga permintaan kayu berdasarkan data dari Indufor Plantation Databank (Barua,