Evolusi: Jurnal Sains dan Manajemen Vol 9 No. 1 Maret 2021 ISSN:2338-8161 E-ISSN: 2657-0793 95 Penerapan Metode K-Means dan Optimasi Jumlah Cluster dengan Index Davies Bouldin untuk Clustering Propinsi Berdasarkan Potensi Desa Elly Muningsih 1 , Ina Maryani 2 , Vembria Rose Handayani 3 1,3 Universitas Bina Sarana Informatika 2 Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Nusa Mandiri elly.emh@bsi.ac.id 1 , ina.maryani@nusamandiri.ac.id 2 , vembria.vrh@bsi.ac.id 3 Abstrak : Metode K-Means merupakan salah satu metode Data Mining yang banyak digunakan dalam penelitian pengelompokan. Namun metode K-Means memiliki beberapa kekurangan, salah satunya yaitu dalam penentuan jumlah cluster. Penelitian kali ini akan mengaplikasikan Indeks Davies Bouldin (DBI) sebagai salah satu cara optimasi jumlah cluster untuk mengelompokkan propinsi berdasar potensi desa dengan banyaknya jenis industri yang dimiliki wilayahnya. Data yang digunakan adalah data banyaknya desa atau kelurahan menurut keberadaan dan jenis industri kecil dan mikro (desa). Pengolahan data menggunakan aplikasi RapidMiner. Pengujian dilakukan dengan mencari nilai terkecil dari DBI dimana setelah data di olah diketahui nilai terkecil adalah 0,175 di jumlah cluster 3. Kata kunci : metode K-Means, pengelompokan, Index Davies Bouldin, Abstract: The K-Means method is one of the most widely used data mining methods in clustering research. However, the K-Means method has several shortcomings, one of which is in determining the number of clusters. This research will apply the Davies Bouldin Index (DBI) as a way of optimizing the number of clusters to classify provinces based on village potential and the number of types of industry the region has. The data used is data on the number of villages or sub-districts according to the existence and type of small and micro industries (villages). Data processing uses the Rapid Miner application. Testing is done by finding the smallest value from the DBI where after the data is processed it is known that the smallest value is 0.175 in the number of clusters 3. Keywords: K-Means method, grouping, Davies Bouldin Index, 1. Pendahuluan Potensi Desa atau Podes sejak tahun 1980 sudah dilakukan pendataan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Sejak saat itu, Podes dilaksanakan secara rutin sebanyak 3 kali dalam kurun waktu sepuluh tahun untuk mendukung kegiatan Sensus Penduduk, Sensus Pertanian, ataupun Sensus Ekonomi. Dengan demikian, fakta penting terkait ketersediaan infrastruktur dan potensi yang dimiliki oleh setiap wilayah dapat dipantau perkembangannya secara berkala dan terus menerus. Salah satu potensi desa yang dimaksud adalah usaha industri. Usaha industri adalah suatu unit (kesatuan) usaha yang melakukan kegiatan ekonomi, bertujuan menghasilkan barang atau jasa, terletak pada suatu bangunan atau lokasi tertentu, dan mempunyai catatan administrasi tersendiri mengenai produksi dan struktur biaya serta ada seorang atau lebih yang bertanggung jawab atas usaha tersebut (www.bps.go.id ). Penggolongan perusahaan industri pengolahan ini semata-mata hanya didasarkan kepada banyaknya tenaga kerja yang bekerja, tanpa memperhatikan apakah perusahaan itu menggunakan mesin tenaga