Analisis Ramuan Obat Tradisional untuk Wasir di Pulau Jawa; Studi Etnofarmakologi RISTOJA 2015 (Analysis of Traditional Medicine Formula for Hemorrhoid In Java Island; Ethnopharmacology Study RISTOJA) PERISTIWAN RIDHA WIDHI ASTANA 1* , ULFATUN NISA 1 1 Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tumbuhan Obat dan Obat Tradisional JL. Raya Lawu No. 11 Tawangmangu Karanganyar Diterima 10 September 2018, Disetujui 5 Oktober 2018 Vol. 16, No. 2 JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA, Oktober 2018, hlm. 115-123 ISSN 1693-1831 *Penulis korespondensi, HP 081220684181 e-mail: drwidhiastana@gmail.com Abstract: The using of traditional medicine among community has being accepted and become huge potency to be developed by our country. One of disease which is often treated with traditional medi- cine is hemorrhoid or in bahasa as known as “wasir”. According to the result of ethopharmacology research of traditional medicine and jamu (RISTOJA) 2015 in java island, there are several formulas used by traditional healers to treat hemorrhoid. In order to fnd potential formulas to be developed, a descriptive study was conducted involving identifcation of medicinal plant and also literature study about its beneft and toxicity evidences. The plants which named in formula’s ingredient were anal- ized to see how important and utility value for hemorrhoid treatment. Literature study was conducted to assess potential beneft and toxicity. The result said there were 37 species of medicinal plant in 25 family used in traditional medicine formula for hemorrhoid. Based on Frequency Citation(FC), Util- ity Value (UC) and literature study, Graptophyllum pictum (L.) Grif., Curcuma longa L., Aloe vera (L.) Burm.f., and Musa balbisiana have enough scientifc evidence to be studied further development. Keywords: formula, java island, ethnopharmacology, hemorrhoid . Abstrak: Penggunaan obat tradisional di masyarakat sudah diakui dan menjadi potensi yang besar bagi negara kita untuk dikembangkan. Salah satu penyakit yang sering diobati menggunakan obat tradisional adalah hemoroid yang dikenal oleh masyarakat sebagai penyakit wasir. Berdasarkan data Riset Tumbuhan Obat dan Jamu (RISTOJA) tahun 2015 di pulau jawa, terdapat beberapa ramuan yang digunakan penyehat tradisional (HATTRA) untuk menangani keluhan wasir (hemoroid). Untuk melihat potensi pengembangan ramuan dilakukan studi deskriptif meliputi penggunaan ramuan serta kajian ilmiah terhadap ramuan identifkasi tumbuhan obat dan studi literatur. Tumbuhan penyusun ramuan dianalisis untuk menentukan seberapa penting, nilai kegunaan untuk keluhan wasir (hemoroid). Kajian ilmiah dilakukan untuk menilai potensi keamanan dan kemanfaatan melalui data toksisitas dan manfaat hasil penelitian yang telah dilakukan. Hasil yang didapat adalah 37 spesies tumbuhan obat dalam 25 famili yang digunakan dalam ramuan obat tradisional untuk hemoroid. Berdasarkan nilai Frekuensi Sitasi (FC), Nilai Kegunaan (UV) dan studi literatur, Graptophyllum pictum (L.) Grif., Curcuma longa L., Aloe vera (L.) Burm.f., dan Musa balbisiana memiliki bukti ilmiah yang cukup banyak untuk dikembangkan lebih lanjut. Kata kunci: ramuan, pulau jawa, etnofarmakologi, wasir.