38 EDUKASI KEBUTUHAN KALORI DENGAN METODE CAKRAM IMT TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DM TIPE 2 Nelyta Oktavianisya 1 , Sugesti Aliftitah 2 1,2 Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Wiraraja E-mail: nelyta@wiraraja.ac.id Abstract : Diabetes Mellitus Management consist of education, Medical Nutrition Theraphy, physical exercise, and pharmacological intervention. Calorie needs education is the main basis in controlling blood glucose level. The aim of this study was to know the influence of calorie needs education by using cakram IMT to decline blood glucose level of patient with DM type 2 in UPT Puskesmas Pandian. The design of this study was analytic with quasy-experiment, pretest-posttest control group. This study engaging 40 respondents, which was divided into control group and experimental group, each group consist of 20 respondents. The sampling technic was purposive sampling. The independent variable was calorie needs education and dependent variable was blood glucose level. The Glucotest was used in this study as the instrument. The data analized by T Test. The result of this study showed that the average level of respondents blood glucose after the intervention (post) declined into 25,75 mg/dL. The average level of control group respondent blood glucose declined into 0,3 mg/dL. Data analized by using Independent Sample T Test showed that blood glucose level of experimental group and control group ρValue=0,000 with α=0,05, because ρValue<α, so there was influence of of calorie needs education by using cakram IMT method to decline blood glucose level of patient with DM type 2 in UPT Puskesmas Pandian. By using media which was easy to understand, the DM Type 2 patient was more aware of their calorie needs, in order to set their diet pattern corresponding with their calorie needs. Keywords : Calorie Needs, Cakram IMT, Blood Glucose Level, DM Type 2 Abstrak : Tatalaksana penyakit diabetes terdiri atas empat macam yaitu, edukasi, Medical Nutrition Theraphy, latihan jasmani, dan intervensi farmakologis. Edukasi kebutuhan kalori merupakan dasar utama dalam pengendalian kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi kebutuhan kalori dengan metode cakram IMT terhadap penurunan KGD pada pasien Tipe 2 di UPT Puskesmas Pandian. Quasy-experiment adalah rancangan yang dipakai, dengan pendekatan pretest- posttest control group design. Penelitian ini melibatkan 40 responden terbagi kelompok kontrol dan kelompok perlakuan masing-masing sebanyak 20 reponden. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Variabel bebas yaitu edukasi kebutuhan kalori dan variable terikat kadar gula darah. Alat ukur yang digunakan adalah Glucotest. Analisis data menggunakan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar gula darah setelah dilakukan intervensi (post) terdapat penurunan sebesar 25,75 mg/dL. Rata-rata kadar gula darah pada kelompok kontrol setelah dilakukan intervensi terdapat penurunan sebesar 0,3 mg/dL. Hasil analisis data menggunakan uji Independent Sample T Test, posttest-posttestkadar gula darah pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol diperoleh ρValue=0,000 (α=0,05). Karena ρValue<α berartiterdapat pengaruh edukasi kebutuhan kalori dengan metode cakram IMT terhadap penurunan KGD pada pasien Tipe 2 di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Pandian. Dengan media yang mudah dipahami pasien DM tipe 2 lebih sadar akan kebutuhan kalorinya sehingga bisa mengatur pola makan sesuai kebutuhan kalorinya. Kata kunci : Kebutuhan kalori, Cakram IMT, Kadar gula darah, DM tipe 2 PENDAHULUAN Diabetes mellitus adalah salah satu penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin atau kerja insulin atau kedua- duanya (Soelistijo et al., 2015). Menurut John (2011) Diabetes mellitus tipe 2 (DM Tipe 2) merupakan bentuk dominan dari diabetes di dunia, secara global jumlahnya sekitar 90%(Sari, 2016). DM Tipe 2 ditandai dengan resistensi terhadap aksi insulin dan ketidakmampuan untuk memproduksi insulin yang cukup (Walker, Brian R., Colledge, Nicki R., Ralston, Stuart H., Penman, 2014). WHO memperkirakan di Indonesia akan terjadi kenaikan jumlah penderita DM pada tahun 2000 sebanak 8,4 juta menjadi 21,3 juta di tahun 2030. Pernyataan ini membuktikan bahwa terdapat peningkatan jumlah penderita DM sekitar 2 sampai 3 kali lipat di tahun 2035. Sedangkan Indonesia oleh International Diabetes Federation (IDF) diperkirakan terjadi peningkatan jumlah penderita Diabetes