Vol. 5, No. 2 – September 2017 Halaman 15 s.d 24 Analisis Financial Distress Perusahaan Semen di Bei... | 15 ANALISIS FINANCIAL DISTRESS PERUSAHAAN SEMEN DI BEI PERIODE 2011-2015 (Studi Kasus pada PT. Indocement Prakarsa Tbk, PT. Holcim Indonesia Tbk, dan PT. Semen Indonesia Tbk) Fataya Manika 1 , Alamsyah AB 2 , Iwan Kusmayadi 3 1 Universitas Mataram, Mataram, fataya.manika@gmail.com 2 Universitas Mataram, Mataram, iwankusmayadi304@gmail.com 3 Universitas Mataram, Mataram, alamsyah_abubakar@yahoo.co.id ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi financial distress Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Dasar dan Kimia Subsektor Semen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2011-2015 dengan menggunakan model Altman Z-Score Modifikasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder pada perusahaan semen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2015, yaitu berupa laporan keuangan dari PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, PT. Holcim Indonesia Tbk, dan PT. Semen Indonesia Tbk. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis Altman Z-Score Modifikasi. Hasil akhir penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan semen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2011-2015 diklasifikasikan menjadi tiga kategori perusahaan, yaitu perusahaan yang masuk dalam kategori Distress Area, Grey Area, dan Non-Distress Area. Hasil analisis menunjukkan bahwa PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk dan PT. Semen Indonesia Tbk secara konsisten masuk dalam kategori Non-Distress Area pada periode 2011-2015, kedua perusahaan tersebut masuk dalam kategori sehat dan tidak berpotensi mengalami kebangkrutan. Selain itu terdapat satu perusahaan yang mengalami financial distress pada tahun 2013-2015 dan berpotensi mengalami kebangkrutan dimasa yang akan datang yaitu PT. Holcim Indonesia Tbk. Pada tahun 2013 PT. Holcim Indonesia Tbk masuk dalam kategori grey area. PT. Holcim Indonesia Tbk masuk dalam kategori distress area pada tahun 2014 dan 2015. Pada kondisi ini, perusahaan berpotensi mengalami kebangkrutan dan harus segera melakukan berbagai upaya penanganan tanda awal kebangkrutan melalui manajemen yang tepat. Kata kunci: Financial Distress, Laporan Keuangan, Model Altman Z-Score Modifikasi ABSTRACT The research aim is to find out the financial distress potential of manufacturing companies basic industry and chemicals sector, cement subsector listed on Indonesia Stock Exchange period of 2011-2015 by using Altman Z-Score Modification model. The data used in this research is secondary data on cement companies listed on Indonesia Stock Exchange period of 2011-2015, that is financial statement of PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, PT. Holcim Indonesia Tbk, and PT. Semen Indonesia Tbk. Data analysis technique by using Altman Z-Score Modification analysis. The final results of this research show that cement companies listed on Indonesia Stock Exchange period of 2011-2015 are classified into three categories of companies i.e the companies that fall into the category of distress area, grey area, and non- distress area. The analysis results show that PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk and PT. Semen Indonesia Tbk. are consistently included in non distress area category period of 2011-2015, both of the companies fall into health categories and not potentially to bankruptcy. Other than that there is one company that went financial distress in 2013-2015 and potentially to bankruptcy in the future i.e PT. Holcim Indonesia Tbk. At 2013 PT. Holcim Indonesia Tbk fall into grey area category. PT. Holcim Indonesia Tbk. Fall into distress area in 2014 and 2015. In this condition, the company potentially to bankruptcy and must immediately make various efforts to address the early signs of bankruptcy trough proper management. Key words: Financial Distress, Financial Statement, Altman Z-Score Modification Model.