MIMBAR PENDIDIKAN:
Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, 2(2) September 2017
127
© 2017 by UPI (Indonesia University of Education) Press in Bandung, West Java, Indonesia
ISSN 2527-3868 (print), 2503-457X (online), and http://ejournal.upi.edu/index.php/mimbardik
JOHAR MAKNUN
Konsep Sains dan Teknologi pada Masyarakat
Tradisional di Provinsi Jawa Barat, Indonesia
ABSTRAKSI: Nilai-nilai luhur budaya yang dimiliki kelompok masyarakat di Indonesia sudah merupakan
milik bangsa sebagai potensi yang tak ternilai untuk pembangunan dan kemajuan bangsa. Di lingkungan
masyarakat tradisional Jawa Barat terbangun sains asli yang berbentuk pesan, adat-istiadat yang
diyakini oleh masyarakatnya, dan disampaikan secara turun-temurun tentang bagaimana harus bersikap
terhadap alam. Masyarakat adat yang tidak mendapatkan pengetahuan formal tentang peran gas oksigen,
karbondioksida, serta siklus karbon di alam, menerapkan pengetahuan tradisional berupa amanat leluhur
untuk menjaga hutan dan air dengan cara tidak menebang hutan sembarangan. Teknologi yang berkembang
pada masyarakat tradisional Sunda, salah satunya, bisa diamati pada bangunan tradisional berupa rumah
panggung. Sistem kekuatan pada rumah panggung menggunakan ikatan, sambungan “pupurus”, dan pasak.
Tidak ada paku, mur, dan baut, karena dilarang oleh adat dan bertentangan dengan aturan leluhur mereka
atau tabu. Nilai-nilai luhur dan budaya lokal tersebut tetap dipertahankan dan diwariskan kepada generasi
berikutnya yang hidup di era modern.
KATA KUNCI: Sains Modern dan Tradisional; Teknologi Ramah Lingkungan; Kearifan Lokal; Masyarakat
Sunda; Rumah Panggung.
ABSTRACT: “The Concept of Science and Technology in Traditional Communities in West Java Province,
Indonesia”. The noble values of culture owned by community groups in Indonesia have belonged to the
nation as an invaluable potential for the development and progress of the nation. In the West Java traditional
community, the original science in the form of messages, customs that are believed by the community, and
passed down from generation to generation about how to behave towards nature. Indigenous peoples who
do not get formal knowledge of the role of oxygen gas, carbon dioxide, and the carbon cycle in nature,
applying traditional knowledge of ancestral mandates to preserve forests and water by not cutting down
forests indiscriminately. The technology that developed in Sundanese traditional society, one of them, can be
observed in the traditional building in the form of a stage house. The power system of the house on stilts uses
ties, connections, and pegs. There were no nails, nuts, and bolts, for it was forbidden by custom and against
their ancestral rules or taboos. These valuable values and local cultures are maintained and passed on to the
next generation living in the modern era.
KEY WORD: Modern and Traditional Science; Environmental Friendly Technology; Local Wisdom;
Sundanese People; Stage House.
About the Author: Dr. Johar Maknun adalah Dosen Senior pada Program Studi Pendidikan Teknik Arsitektur FPTK
UPI (Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Universitas Pendidikan Indonesia), Jalan Dr. Setiabudhi No.229 Bandung
40154, Jawa Barat, Indonesia. Alamat emel: joharmaknun@upi.edu
How to cite this article? Maknun, Johar. (2017). “Konsep Sains dan Teknologi pada Masyarakat Tradisional di Provinsi
Jawa Barat, Indonesia” in MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, Vol.2(2), September, pp.127-
142. Bandung, Indonesia: UPI [Indonesia University of Education] Press, ISSN 2527-3868 (print) and 2503-457X (online).
Chronicle of the article: Accepted (January 25, 2017); Revised (April 30, 2017); and Published (September 30, 2017).