Jurnal Ilmiah Sinus (JIS) Vol : 18, No. 2, Juli 2020 ISSN (Print) : 1693-1173, ISSN (Online): 2548-4028 DOI : https://doi.org/10.30646/sinus.v18i2.472 Jurnal Ilmiah SINUS (JIS)…………….9 High Througput Multicore Server Dengan Kernel Bypass Dimas Febriyan Priambodo Jurusan Ilmu Komputer dan Elektronika, FMIPA UGM, Yogyakarta e-mail: dimas.febriyan@poltekssn.ac.id ABSTRACT Kernel performs one part of the overall operating system utility as a bridge between the user and the hardware. In multi core hardware, the kernel was also created with a general approach so it needs to be adjusted for specific purposes. Kernels for servers using common Kernels have many limitations, such as single socket descriptor, single IRQ, and lack of pooling so that they require some modification to run optimally. Kernel bypass is a method by eliminating the automation of a server used to realize a server, namely high throughput. Kernel bypass is a combination of techniques, modification at the driver level with hashing rx signal and modification of multiple receivers with multiple ip receivers, multiple thread receivers, and multiple port listeners. This combined modification makes the server more reliable with an average throughput increase of 250.44%. Keyword: kernel bypass, hashing rx, multiple ip receiver, multiple thread receiver, multiple port listener I. PENDAHULUAN Sebuah sistem operasi dibangun dengan dua komponen utama yaitu dengan GUI (Graphical User Interface) dan kernel sebagai penghubung antara user dan mesin. Kernel didesain untuk melakukan keseluruhan dari proses yang berlangsung pada komputer. Pendekatan keumuman dijadikan aspek utama perancangan dari sebuah kernel karena untuk melayani kebutuhan user secara umum. Peladen merupakan seperangkat komputer super atau biasanya berupa High Performance Computer (HPC). Pada komputer peladen biasanya akan ditanamkan sistem operasi khusus peladen yang mempunyai utilitas khusus. Namun tidak jarang server menggunakan sistem operasi yang sama dengan sistem operasi personal computer. Linux yang banyak digunakan pada peladen mempunyai kernel yang sama dengan yang digunakan oleh personal computer. Sehingga penelitian ini dilakukan untuk dapat mengoptimalisasi sistem operasi linux pada khususnya untuk mendapatkan peladen yang optimal khususnya dari sisi throughput. Program client server dibuat sebagai salah satu uji pendahuluan yang menunjukkan kelemahan default kernel dalam menjalankan fungsinya sebagai peladen terlebih dalam sistem multicore. Gambar 1 menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan terhadap waktu pemrosesan baik dalam core atau inti yang sama maupun dalam inti yang berbeda dan bisa disimpulkan HyperThreading bekerja dengan baik karena menjalankan program dalam satu inti yang sama dan tidak mempengaruhi kinerja CPU lainnya. Hasil tersebut juga memberi kesimpulan bahwa kinerja singgle CPU tidak terlalu bagus karena bisa berarti tidak effisien.