Jurnal Dunia Gizi, Vol. 3, No. 2, Desember 2020: 94-98 Yatty Destani Sandy: Universitas Negeri Medan, Jl. Willem Iskandar Pasar V, Medan, Indonesia 20221. Email:yattysandy@unimed.ac.id 94 ISSN : 2614-6479 Online sejak Januari 2018 https://ejournal.helvetia.ac.id/jdg ORIGINAL ARTICLE HUBUNGAN BERAT BADAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA REMAJA PUTRI DI KABUPATEN BOYOLALI Relationship Of Body Weight With Anemia In Female Students In Boyolali District Yatty Destani Sandy 1 *, Didik Gunawan Tamtomo 2 , Dono Indarto 2 1 Program Studi Gizi, Universitas Negeri Medan, Medan, Indonesia 2 Program Studi Magister Ilmu Gizi, Pascasarjana Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia Abstrak Latar Belakang; Masalah kesehatan global yang masih cukup tinggi pada remaja putri yaitu Anemia. Beberapa faktor penyebab anemia adalah usia menarche, obesitas, serta kurangnya asupan zat besi. Remaja putri yang memiliki berat badan lebih mengalami anemia karena penimbunan lemak di dalam jaringan adipose yang akan berpengaruh terhadap peningkatan kadar hepsidin sehingga mengganggu absorbsi besi di dalam tubuh. Tujuan; Menganalisis hubungan berat badan dengan kejadian anemia pada remaja putri di Kabupaten Boyolali. Metode; Observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh remaja putri SMA di Boyolali. Sampel sebanyak 90 remaja putri dengan menggunakan teknik Multi Stage Sampling. Pengumpulan data berat badan diukur dengan antopometri dan pengukuran kadar hemoglobin menggunakan metode cyanmethemoglobin. Data di analisis menggunakan uji statistik chi square. Hasil; Sebanyak 51,1% remaja putri mengalami anemia dengan obesitas. Obesitas ditemukan pada 87,8% remaja putri dengan berat badan lebih. Remaja putri dengan berat badan lebih berisiko untuk mengalami anemia sebanyak 6,273 kali (p = 0,013). Kesimpulan; Berat badan berhubungan positif dengan kejadian anemia. Remaja putri diharapkan dapat mengontrol berat badan dan mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi zat besi. Penyediaan suplementasi zat besi dimasukkan ke dalam program UKS. Kata Kunci: Anemia, Berat Badan, Remaja Putri. Abstract Background; The global health problem that is still quite high in female students is Anemia. Some of the contributing factors to anemia are age of menarche,body weight, and less iron intake. Female students who are overweight can suffer anemia because of the accumulation of fat in the adipose tissue thereby will affect the increase in hepsidin levels thus disrupting the absorptios of iron. Objective; To analyze the relationship between body weight with anemia in female students in the Boyolali district. Methods; The observational analytics with cross sectional design. determination of research subjects using Multi Stage Sampling. Data of body weight status was measured using anthropometry, examination of hemoglobin levels used cyanmethemoglobin. Collected data were staticaly using chi square. Result; A total of 51.1% of female students are anemic with obesity. Obesity was observed in 87.8% of the female students. female students who suffered obesity have a higher risk 6.273 times for anemia (p = 0.013). Conclussion; Body weight is positively associated with the incidence of anemia. Female students supposed to control their body weight and to consume foods with high iron. Keywords: Anemia, Body Weight, Teenagers. PENDAHULUAN Masa remaja merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan, baik secara fisik, mental, dan aktivitas sehingga membutuhkan asupan zat gizi yang cukup besar (1). Apabila kebutuhan gizi pada remaja tidak tercukupi dengan baik maka akan terjadi berbagai masalah dan penyakit yang tidak di inginkan, salah satunya adalah anemia (2). Anemia pada remaja dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kurang asupan zat besi, berat badan lebih, menarche, pengeluaran darah/menstruasi dan tidak teraturnya pola makan (3). Kejadian anemia remaja putri di Indonesia merupakan salah satu masalah kesehatan dan prevalensinya masih cukup tinggi yaitu di atas 20% (4). Angka kejadian berat badan lebih pada remaja putri di jawa tengah yaitu sebesar 16,6%, yang sebagian besar dialami oleh remaja usia berkisar antara Journal of The World of Nutrition