93 VOLUME 2 No. 2, 22 Juni 2013 Halaman 71-158 APLIKASI KOAGULAN ALAMI DARI TEPUNG JAGUNG DALAM PENGOLAHAN AIR BERSIH Eka Prihatinningtyas Pusat Penelitian Limnologi LIPI Email: ekatyas@yahoo.com Agus Jatnika Effendi Jurusan Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung ABSTRACT Maize can be used as natural coagulant in water treatment process.The aim of this research was fnd the optimum condition on water treatment using natural coagulant from maize. Maize extract made by dissolving 5 grams of maize into 100 ml NaCl. The solution separated by centrifugation. The supernatant named extract of maize. Extract of maize loaded onto column packed with Amberlite and produced ionic maize.The active components are carboxyl, hydroxyl and amides groups. Ionic maize yield better turbidity removal than extract of maize. Coagulation withh high initial turbidity gave high effciency of turbidity removal than low turbidity. Coagulation process runs effciently at pH 5 because at that point the isoelectric point was obtained. The fowrate less than 0.03 m/ min, the alum will provide the effciency of suspended solids removal greater than extract of maize. While the over fowrate higher than 0.03 m / min, settling velocity of kaolin using alum and extract of maize are the same. Keywords: Coagulation, Natural Coagulant, Extract of Maize, Ionic Maize. ABSTRAK Tepung jagung dapat dimanfaatkan sebagai koagulan dalam pengolahan air bersih. Ekstrak jagung dibuat dengan melarutkan 5 gram tepung jagung dalam 100 ml NaCl. Selanjutnya campuran tersebut dipisahkan dengan sentrifugasi. Supernatan yang diperoleh dinamakan ekstrak jagung. Ekstrak jagung yang dilewatkan dalam resin Amberlite akan menjadi jagung ionik. Hasil percobaan menunjukkan bahwa ekstrak jagung dan jagung ionik bersifat polielektrolit dan mengandung gugus karboksil, hidroksil dan amida yang berperan sebagai komponen aktif koagulasi. Jagung ionik memberikan efsiensi koagulasi yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak jagung. Proses koagulasi yang terjadi pada kekeruhan awal yang tinggi memberikan efsiensi penurunan kekeruhan yang lebih baik dibandingkan dengan kekeruhan rendah. Proses koagulasi berjalan dengan efsien pada pH 5 karena pada titik tersebut diperoleh titik isoelektrik. Pada over fowrate kurang dari 0,03 m/menit, alum akan memberikan efsiensi penyisihan padatan tersuspensi yang lebih besar daripada ekstrak jagung, sedangkan pada over fowrate lebih dari 0,03 m/menit kecepatan pengendapan kaolin dengan alum sama dengan ekstrak jagung. Kata Kunci: Koagulasi, Koagulan Alami, Ekstrak Jagung, Jagung Ionik.