38 ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PENYAKIT JANTUNG Musa Ghufron, Muhammad Perdana Airlangga Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya Surabaya Abstract Infective endocarditis (IE) is an uncommon but lifethreatening infection. Despite advances in diagnosis, antimicrobial therapy, surgical techniques, and management of complications, patients with IE still have high morbidity and mortality rates related to this condition. Since the last American Heart Association (AHA) publication on prevention of IE in 1997, many authorities and societies, as well as the conclusions of published studies, have questioned the efficacy of antimicrobial prophylaxis to prevent IE in patients who undergo a dental, gastrointestinal (GI), or genitourinary (GU) tract procedure and have suggested that guidelines should be revised Keywords : infective endocarditis, prophylaxis antibiotic I. PENDAHULUAN Infective endocarditis (IE) merupakan kelainan serius yang berhubungan dengan angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi. Pencegahan dengan pemberian antibiotik profilaksis pada tindakan-tindakan yang menyebabkan timbulnya bakteriemia sangat diperlukan. Penelitian eksperimental menunjukkan kerusakan endotel dapat memicu deposit platelet dan fibrin serta pembentukan lesi trombotik non-bakterial pada endokard. Pada kondisi dimana terjadi bakteremia, organisme dapat menempel pada lesi di endokard dan dapat berkembang biak di antara kompleks platelet-fibrin yang menyebabkan vegetasi. Kelainan katup dan kongenital terutama yang berkaitan dengan high velocity jets dapat menyebabkan kerusakan endotel. Sejak tahun 1955, AHA membuat rekomendasi mengenai pencegahan endokarditis dengan antibiotik profilaksis sebelum tindakan-tindakan di bidang dental, gastrointestinal, dan genitourinaria pada pasien-pasien yang beresiko. Namun, efikasi antibiotik profilaksis sendiri masih menjadi pertanyaan apakah dapat mengurangi insiden IE, sehingga penggunaannya masih menjadi kontroversi 1,2 . II. EPIDEMIOLOGI Epidemiologi IE mengalami perubahan selama beberapa tahun terakhir, terutama pada negara berkembang. Dahulu, IE sering dijumpai pada dewasa muda dengan riwayat penyakit jantung katup (sebagian besar berasal dari Rheumatic Heart Disease), namun saat ini IE sering dijumpai pada usia lanjut, baik dengan riwayat penyakit jantung katup sebelumnya maupun riwayat pemakaian katup prostetik sebelumnya. Penelitian skala besar pada 2371 kasus IE di 7 negara (Denmark, Perancis, Italia, Belanda, Swedia, UK dan USA) menunjukkan adanya peningkatan insiden IE yang berhubungan dengan katup prostetik dan prolaps katup mitral dan penurunan insiden IE yang disebabkan Rheumatic heart disease 1,3 . Insiden IE berkisar antara 3-10 kasus dari 100.000 pasien bervariasi dari masing- masing negara. Insiden IE menurun pada