Jurnal Medika Veterinaria Agustus 2019, 13 (2):166-171 P-ISSN: 0853-1943; E-ISSN: 2503-1600 doi:https://doi.org/10.21157/j.med.vet.v1 1i1. 3649 166 Effect of Temu Kunci’s Root (Boesenbergia pandurata) Extract to Pseudomonas aeruginosa Florentina Magdalena Girsang 1 , T. Armansyah 2 , Mahdi Abrar 3 , Erina 3 , Darniati 3 , Nuzul Asmilia 4 1 Program Studi Pendidikan Dokter Hewan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh 2 Laboratorium Farmakologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh 3 Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh 4 Laboratorium Klinik Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh Alamat Korespondensi: t_armansyah@unsyiah.ac.id ABSTRACT This study aimed to determine the effect of temu kunci’s extract (Boesenbergia pandurata) on the growth of Pseudomonas aeruginosa in vitro. This research was conducted using seven treatments with three replications. The experiment was carried out using Kirby Bauer’s method, the number of bacteria used was in accordance with the standards of Mc Farland 1. Blank discs were soaked in temu kunci’s extract in concentration of 10, 20, 30, 40, and 50%. Streptomycin was used as a positive control and sterile aquades as a negative control. All the discs were placed on the surface of bacteria cultured on MHA and incubated for 24 hours at 37 °C. Diameter of inhibition zone formed was measured by using a caliper. Data were analyzed descriptively. The average diameter of inhibition zone of temu kunci’s extract with a concentration of 10, 20, 30, 40 and 50% were 8.00, 12.30, 13.85, 19.16, and 19.86 mm, respectively. The average diameter of inhibition zone formed on the positive control and negative control were 14,25 and 0 mm, respectively. The conclusion showed that the temu kunci’s extract (Boesenbergia pandurata) has the ability to inhibit the growth of Pseudomonas aeruginosa. Key words: Temu kunci’s root, Pseudomonas aeruginosa, Kirby Bauer’s method PENDAHULUAN Infeksi adalah proses berkembangnya agen infeksi ke dalam tubuh hewan dan manusia. Infeksi disebabkan oleh mikroba patogen seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit (Anderson dan Fritsche, 2002), yang dapat menyerang sebagian atau seluruh tubuh (Gibson, 1996). Infeksi Pseudomonas disebabkan oleh Pseudomonas aeruginosa, yang tergolong bakteri Gram negatif, bersifat motil, tidak membentuk spora, berbentuk batang, dan dapat ditemukan dalam bentuk tunggal atau rantai pendek. P. aeruginosa tersebar luas di alam, dan dapat ditemukan di dalam tanah, air, dan lingkungan yang lembab. Pseudomonas merupakan bakteri oportunis yang menyebabkan septisemia pada ayam, kalkun, itik, dan burung merak. Ayam muda, ayam yang mengalami imunosupresif, atau ayam yang menderita stres berat bersifat lebih peka terhadap infeksi Pseudomonas sp. (Tabbu, 2000) Antibiotik biasanya digunakan sebagai obat antimikroba, sehingga memperpendek penderitaan serta menurunkan kemungkinan terjadinya komplikasi. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat harus dihindari karena dapat menyebabkan terjadinya resistensi antibiotik (Shulman, 1994). Masalah resistensi mikroba terhadap penggunaan obat-obatan mendorong adanya penelitian menggunakan antimikroba dari bahan-bahan alami. Tanaman pada umumnya dapat menghasilkan senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba (Zurniati, 2011). Tanaman yang secara empiris digunakan sebagai obat tradisional yaitu rimpang temu kunci. Rimpang temu kunci merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat obat dan dipakai sebagai bumbu/rempah dalam makanan. Rimpang