Jurnal Bagimu Negeri , Volume 2 No.1 (2018) Hlm. 50-58 ISSN Cetak : 2548-8651 ISSN Online : 2548-866X DOI: https://doi.org/10.26638/jbn.618.8651 50 Artikel diterima: 30 Maret 2018; disetujui: 30 April 2018 Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional. Dapat di Akses: http://ejournal.stkipmpringsewu-lpg.ac.id/index.php/bagimunegeri Peer Guidance untuk Mereduksi Perilaku Bullying Pada Remaja Muhammadiyah Amien Wahyudi 1 , Agus Supriyanto 2 , Hardi Prasetiawan 3 Universitas Ahmad Dahlan E-mail Koresponden: amien.wahyudi@bk.uad.ac.id Abstract Bullying behavior because the victim experiences poverty or physical disability. The impact of bullying is self-esteem and affects maturity in students. School counselors have a role for skills, as well as collaborative efforts with the Peer Guidance approach. The method used in peer guidance training: (1) education, (2) training, (3) forum group discussion, and (4) brainstorming. Peer guidance to train actors to have empathy for the whole individual skills to listen, guide, reflection, conclude, confrontation, interpreating, and support. Peer guidance skills are used by students, offenders, or victims to prevent bullying. Keywords: berhaviour, bullying, peer guidance 1. PENDAHULUAN Remaja merupakan tahap perkembangan dari anak-anak menuju dewasa. Tahap perkembangan remaja memerlukan peran orang tua di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Tidak adanya peran orang tua menimbulkan problematika sosial dalam diri remaja yang sedang dalam tahap perkembangan. Faktor diri sendiri paling mempengaruhi masalah sosial berbanding pengaruh rakan sebaya dan pemasalahan persekitaran sekolah, serta latar keluarga bukan faktor penting responden terlibat dalam masalah sosial (Sharif& Roslan, 2011). Pola perkembangan perilaku dapat diperburuk pada remaja yang rentan terhadap reaktivitas emosional (Casey, Jones, & Hare, 2008). Viner, Ozer, Denny, Marmot, Resnick, Fatusi, & Currie (2012) menjelaskan bahwa kesehatan remaja di seluruh dunia memerlukan peningkatan kehidupan anak-anak muda dengan keluarga dan teman sebaya dan di sekolah untuk menangani faktor risiko dan perlindungan di lingkungan sosial