382 Media Pembelajaran Bulutangkis dalam Bentuk Multimedia Interaktif pada Mahasiswa Frendy Anang Pratama 1 , Wasis Djoko Dwiyogo 1 , Supriyadi 1 1 Pendidikan Olahraga-Universitas Negeri Malang INFO ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Diterima: 13-12-2018 Disetujui: 18-03-2019 Abstract: This research was aimed to develop teaching materials for badminton material in the form of interactive multimedia. The results of the badminton expert validation showed a percentage of 91.89%, learning experts showed a percentage of 89.58% and the results of media expert validation showed a percentage of 87.80%. With the results of the validation, the product is feasible to be tested. Furthermore, for product trials, the percentage of small group trials was 90.10% and the percentage of large group trials was 91.15%. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan pembelajaran untuk materi bulutangkis ke dalam bentuk multimedia interaktif. Hasil validasi ahli bulutangkis menunjukkan persentase sebesar 91,89%, ahli pembelajaran menunjukkan persentase sebesar 89,58% dan hasil validasi ahli media menunjukkan persentase sebesar 87,80%. Dengan hasil validasi tersebut maka produk layak untuk diujicobakan. Selanjutnya, untuk uji coba produk, persentase ujicoba kelompok kecil sebesar 90,10% dan persentase ujicoba kelompok besar sebesar 91,15%. Kata kunci: instructional media; interactive multimedia; badminton; media pembelajaran; multimedia interaktif; bulutangkis Alamat Korespondensi: Frendy Anang Pratama Pendidikan Olahraga Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang E-mail: frendypratama27@gmail.com Di era yang semakin maju ini, pemanfaatan teknologi dan komunikasi masuk ke dalam semua sektor kehidupan, termasuk dalam sektor pendidikan. Semakin pesatnya perkembangan teknologi informatika dalam bidang pendidikan sehingga memberikan banyak pengaruh pada proses pembelajarannya. (Stepp, 2002) berpendapat bahwa dalam proses pembelajaran, adanya perubahan (a) bergeraknya pendidikan dari pusat guru ke pusat siswa dan (b) pendidikan terbuka atau dapat dilaksanakan melalui jarak jauh. (Riyana, 2010) menyatakan bahwa salah satu kecenderungan pada proses pembelajaran yaitu semakin banyaknya pilihan sumber belajar yang tersedia. (Nazarenko, 2014) perkembangan teknologi dapat membantu mengembangkan strategi dan model pengajaran yang efektif sehingga pembelajaran lebih menarik sesuai tuntutan teknologi. Multimedia merupakan salah satu bentuk sumber belajar dari komputer. (Munadi, 2010) menyebutkan bahwa multimedia merupakan proses pembelajaran yang melibatkan semua indera yang dimiliki manusia dalam proses pembelajaran itu sendri. Jika pengguna memperoleh kebebasan dalam menggunakan multimedia tersebut, bahwa ini dapat dikatakan proses pembelajaran multimedia interaktif (Wijaya, 2010). Menurut (Dwiyogo, 2008) menyatakan bahwa pembelajaran yang didesain dalam konsep pembelajaran multimedia interaktif dapat dibedakan menjadi empat model, yaitu drills, tutorial, simulasi, dan games (instructional games). Masing-masing model memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari sudut desain, isi, tujuan, keleluasaaan-kedalaman, serta kualitas pemanfaatan dan pengembangan komputernya itu sendiri. Multimedia interaktif didesain agar pembelajar dapat belajar secara mandiri, aktif, cerdas, dan terkendali (Dwiyogo, 2009). Kemandirian dari peserta didik sangat dibutuhkan di era pendidikan yang semakin modern ini. Siswa dituntut untuk memiliki sifat kemandirian dalam proses pembelajaran, hal ini dikarenakan untuk menunjang prestasi (Pintrich & Groot, 1990). Kemandirian belajar merupakan proses proaktif sebagai konteks perubahan belajar siswa dan perkembangan siswa (Barnard, Lan, To, Paton, & Lai, 2009). Kemandirian belajar dibutuhkan dalam menunjang proses pembelajaran online pada blended learning sehingga siswa dapat belajar secara aktif (Zitting & Kraue, 2005). Dengan proses pembelajaran yang masih konvensional, keberadaan multimedia interaktif dengan karakteristik yang bisa dipelajari dimanapun dan kapanpun akan sangat membantu kemandirian belajar peserta didik. Multimedia interaktif dapat menunjang proses pembelajaran matakuliah bulutangkis di Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Universitas Mulawarman. Berdasarkan hasil observasi yang dilaksanakan pada saat proses pembelajaran bulutangkis diperoleh data sebagai berikut. Pertama, dosen hanya menggunakan buku sebagai media pembelajaran. Kedua, pembelajaran di dalam kelas hanya dua kali pertemuan, sisanya langsung praktik di lapangan. Ketiga, tidak semua mahasiswa mempunyai buku peraturan maupun teknik dasar bulutangkis. Keempat, mahasiswa kurang antusias dengan proses pembelajaran. Kelima, dosen hanya memberikan pokok-pokok materi bulutangkis, sedangkan yang lainnya dipahami mahasiswa sendiri. Berdasarkan penyebaran angket analisis Tersedia secara online http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/ EISSN: 2502-471X DOAJ-SHERPA/RoMEO-Google Scholar-IPI Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 4 Nomor: 3 Bulan Maret Tahun 2019 Halaman: 382—386 1059