J urnal Ilmiah Multitek Indonesia, Vol. 10, No. 2, Desember 2016 ISSN : 1907-6223 13 PENINGKATAN KINERJA INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH MELALUI KONTRAK SUPPLY CHAIN Evi Yuliawati 1) , Anita Theresia 2) Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya 1) Teknik Informatikai, Fakultas Teknologi Informasi, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya 2) email: eviyulia103@gmail.com 1) Abstrak Kontrak dirancang untuk mengelola hubungan antara supplier dan ritel. Koordinasi ini sangat diperlukan dalam rangka peningkatan kinerja semua pelaku dalam supply chain yang diantaranya melalui penghematan total biaya. Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang terus tumbuh dan berkembang membutuhkan pengelolaan hubungan pelakunya agar dapat bersaing di pasar. Pada penelitian ini dilakukan implementasi buy back contracts pada IKM Batik Tulis Sidoarjo. Tujuan penelitian ini seiring dengan tujuan implementasi buy back contracts yaitu memaksimalkan keuntungan supply chain beserta keuntungan pelaku supply chain yang terlibat. Kontrak ini dilakukan karena IKM Batik Tulis Sidoarjo menjalankan mekanisme dimana ritel diperbolehkan menjual kembali barang dagangannya pada jumlah tertentu dengan harga yang telah disepakati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi buy back contracts untuk supplier dan ritel pada IKM Batik Tulis Sidoarjo lebih menguntungkan daripada sebelumnya. Kontrak ini mendorong ritel untuk membeli produk dari supplier dalam jumlah lebih besar dengan biaya yang lebih rendah. Ekspektasi profit supplier, ritel dan supply chain meningkat seiring dengan peningkatan nilai pembelian kembali. Kata kunci : buy back contracts, IKM Batik Tulis, supply chain Abstract The contract is designed to manage the relationship between suppliers and retail. This coordination is needed in order to improve the performance of all actors in the supply chain including through savings in total cost. Small and Medium Industries (SMI/IKM), which maximizes to grow and evolve requires a culprit relationship management in order to compete in the marketplace. In this research, the implementation of buy-back contracts on IKMBatik Sidoarjo. The purpose of this study along with the purpose of implementation of the buy-back contracts is maximizing profits and their involved supply chain participants’ profits. This contract is done because IKM Batik Sidoarjo runs the mechanism where the retail is able to resell his or her goods amount at agreed price. The results showed that the implementation of the buy-back contracts for suppliers and retail on IKMBatik Sidoarjo are more profitable than ever before. This contract encourages retailers to buy products from suppliers in larger amounts at lower costs. Expectations of profit supplier, retail and supply chain increase along with the increase in the value of the repurchase. Keywords: buy-back contracts, IKM Batik, supply chain PENDAHULUAN Pertumbuhan IKM batik pasca dikukuhkan oleh UNESCO pada tahun 2009 sebagai salah satu warisan budaya, berkembang dengan sangat pesat. Hampir disetiap wilayah Indonesia memiliki corak dan motif masing-masing. Dengan keberagamannya Indonesia muncul sebagai negara paling kaya corak batik di dunia. Di tengah meningkatnya jumlah pelaku IKM Batik Tulis dan tenaga kerja yang diserap masih saja ada keluhan dari IKM terutama dalam hal daya beli masyarakat. Permasalahan ini muncul karena memiliki dampak pada profit yang diperoleh IKM Batik Tulis. Kontrak supply chain adalah konsep yang diimplementasikan untuk mengelola koordinasi diantara pelaku bisnis IKM Batik Tulis. Pada supply chain ini, IKM Batik Tulis berperan sebagai supplier dan terdapat satu ritel yang akan berperan sebagai tenaga pemasar produk yang diproduksi oleh supplier. Menurut Burt et al. (2003) profit supply chain akan meningkat jika koordinasi diantara pelaku bisnis dapat dikelola dengan baik [1].