UNSUR BUNYI DALAM BUKU KUMPULAN PUISI TIDAK ADA NEW YORK HARI INI KARYA M. AAN MANSYUR Feizal Mandala Yudha, Nurizzati, Yenni Hayati Sastra Indonesia FBS Universitas Negeri Padang Email: yudhamandala900@gmail.com Abstract This study aimed to describe and analyze the form and use of sound in the Poetry Collection Book Tidak Ada New York Hari Ini by M. Aan Mansyur. To achieve these objectives the theory is used: (1) the nature of poetry, (2) theory of structuralism, (3) elements of poetry building, (4) sound elements in poetry, (5) alliteration and aconance, (6) cacophony and efoni, (7) anaphora and epiphora, and (8) the function of sound in poetry. Based on the analysis in the poetry collection, There is Tidak Ada New York Hari Ini, the work of M. Aan Mansyur, found 14 sounds of alliteration, 24 sounds of aconance, 17 sounds of cacophony, 23 sounds of ephony, 10 sounds of anaphora and 2 sounds of epiphora. There are 4 functions of the use of sound elements, namely: (1) expressive energy, (2) giving suggestions to the reader, (3) means of musicality, and (4) providing an atmosphere / special impression. Keyword: form, exploiting of sound, anthology poems, Tidak Ada New York Hari Ini, M. Aan Mansyur, sound. A. Pendahuluan Puisi tersusun dari bermacam-macam unsur sarana kepuitisan. Sarana kepuitisan harus mampu merangsang imajinasi, panca indera, pemikiran, dan menghidupkan perasaan. Pradopo (2010: 7) mengatakan bahwa puisi merupakan hasil eksperimen dan pemikiran yang membangkitkan perasaan, merangsang imajinasi panca indera dalam susunan yang berirama. Ekspresi tersebut disampaikan dalam susunan huruf dan kata-kata sedemikian rupa, sehingga mampu menarik hati pembaca dan menimbulkan kesan tersendiri bagi pembaca. Setiap puisi memiliki unsur kepuitisannya sendiri, tergantung pada kepiawaian penyair dalam mengolah kata-kata dalam sapuisinya. Atmazaki (2002:73) berpendapat bahwa bunyi dalam puisi merupakan salah satu sarana kepuitisan di samping sarana- sarana lain. Sebagian keindahan puisi terletak pada bunyi. Bunyi mempunyai tenaga ekspsresif, sementara nilai sebuah puisi sebagai karya seni terletak pada kekuatan