Jurnal Mitra Teknik Sipil Vol. 2, No. 4, November 2019: hlm 95-104 EISSN 2622-545X 95 ANALISIS PERBAIKAN TANAH SEBAGAI BENTUK MITIGASI BENCANA LIKUIFAKSI YANG DAPAT DIAPLIKASIKAN MASYARAKAT DI PALU David Manoel Mangunpraja 1 , dan Aniek Prihatiningsih 2 1 Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Universitas Tarumanagara, Jl. Letjen S. Parman No.1 Jakarta Email: david.manoel84@gmail.com 2 Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Universitas Tarumanagara, Jl. Letjen S. Parman No.1 Jakarta Email: aniekp@ft.untar.ac.id ABSTRAK Likuifaksi dapat terjadi ketika tanah jenuh atau sebagian jenuh secara substansial kehilangan kekuatan dan kekakuan akibat adanya gempa bumi atau goncangan mendadak, disertai perubahan material yang bersifat padat (solid) menjadi seperti cairan (liquid). Pada insiden di Palu tanah secara tiba-tiba tengelam menjadi larutan air kemudian bergeser seakan-akan berjalan sendiri. Berdasarkan data yang diperoleh korban bencana likuifaksi di Palu, ada 2.256 orang yang meninggal, 1.309 orang hilang, 4.612 orang terluka (Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho). Banyak korban jiwa yang meninggal akibat peristiwa tersebut. Jumlah korban yang signifikan, menimbulkan pertanyaan apakah mungkin likuifaksi adalah hal baru di dunia teknik sipil. Ternyata sudah banyak yang melakukan penelitian mengenai likuifaksi. Apa mungkin likuifaksi tidak memiliki solusi? Karena masalah ini terus menerus terjadi terutama di Indonesia.. Skripsi ini akan menjelaskan mengenai likuifaksi dan bagaimana cara memperbaiki tanah likuifaksi dengan cara yang sederhana. Apakah masyarakat umum mengaplikasikannya? Tentu saja bisa, karena likuifaksi bukanlah sesuatu hal yang membahayakan dan dapat diatasi dengan cara yang tepat. Beberapa solusi sederhana yang bisa diaplikasikan masyarakat adalah: Micropile Bambu, Tanaman Baobab, Piezometer, Sumur Biopori. Kata kunci: Likuifaksi, Micropile Bambu, Tanaman Baobab, Piezometer,Sumur Biopori 1. PENDAHULUAN Latar Belakang Likuifaksi merupakan peristiwa meningkatnya tekanan air pori tanah akibat tegangan siklik dalam getaran tanah yang diakibatkan oleh gempa. Likuifaksi merupakan gejala peluluhan pasir lepas yang bercampur dengan air akibat goncangan gempa dimana gaya pemicu melebihi gaya yang dimiliki oleh litologi setempat dalam menahan guncangan. Hal ini bisa menyebabkan beberapa kejadian seperti penurunan cepat (quick settlement), fondasi bangunan menjadi miring (tilting) atau penurunan sebagian (differential settlement), dan mengeringnya air sumur yang tergantikan oleh material non kohesif.Likuifaksi merupakan bencana yang bisa merusak kondisi infrastruktur sehingga pengetahuan terhadap potensi dan kerawanan likuifaksi sangat penting terutama dalam merencanakan tata ruang khususnya di daerah Palu dan sekitarnya. Pengetahuan likuifaksi harus juga diberikan bagi warga Palu. Pengetahuan tersebut berupa pengetahuan mitigasi sederhana yang mampu diaplikasikan pada oleh warga sekitar Palu. Oleh sebab itu tujuan penelitian Ini adalah mengetahui Potensi Likuifaksi dan memperkirakan sampai kedalaman berapa likuifaksi itu terjadi berdasarkan data tanah yang ada dan memberikan mitigasi bencana likuifaksi dengan cara yang mudah diaplikasikan oleh masyarakat. Sehingga bermanfaat untuk masyarakat Palu, diharapkan dapat memberkan usulan perbaikan yang mampu membantu masyarakat Palu dalam mempertimbangkan upaya untuk mengatasi permasalahan likuifaksi yang terjadi, serta diharapkan mendapat inspirasi dan ilmu pengetahuan yang dapat digunakan sebagai bahan refrensi bagi penelitian sejenis yang akan dilakukan ataupun diaplikasikan sebagai metode perbaikan tanah di daerah lain. 2. LANDASAN TEORI Percepatan Gempa (amax) Gempa bumi adalah getaran yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Palu merupakan salah Satu daerah rawan bencana gempa bumi dan likuifaksi di Indonesia. Dari beberapa pemantauan yang dilakukan oleh para ahli, terdapat beberapa kasus likuifaksi yang terjadi di beberapa daerah di Palu. Untuk itu sangat penting untuk menganalisis potensi likuifaksi di daerah palu agar aman terhadap bahaya likuifaksi apabila terjadi gempa besar.Percepatan gempa di batuan dasar dapat dihitung dengan melihat