GENEALOGI RITUAL TRADISI PERANG TIMBUNG DI DESA PEJANGGIK KECAMATAN PRAYA TENGAH KABUPATEN LOMBOK TENGAH Rohimi 1 , Wely Dozan 2 1 . Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dinobastian11@gmail.com ABSTRAK Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna historis tradisi perayaan perang timbung yang dilakukan sebagai bentuk ritual masyarakat Desa Pejanggik Lombok Tengah. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian kualitatif deskriptif, dimana peneliti menjelaskan tentang ritual masyarakat terhadap peryaan perang timbung. Dalam penelitian ini memperoleh data dengan beberapa metode yakni observasi, wawancara dan dokumentasi dengan pola responden yang dilakukan yakni pertama dari tokoh adat di Desa Pejanggik dan beberapa masyarakat yang yang selalu terlibat di dalam proses peyanaan ritual perang timbung. Secara spesifik tradisi perang timbung merupakan tradisi yang dilakukan masyarakat sasak dalam rangka melakukan bentuk kepercayaan dan ritual yang dilakukan oleh nenek moyang terdahulu sebagai bentuk solidaritas yang harus dijaga. Jika ditelusuri dari pelaksanaanya, perang timbung mengandung banyak historis dan simbolisasi, diantaranya, pembacaan doa, sebelum perang, pada saat perayaan sebagian masyarakat memakai baju adat untuk dipakai semua masyarakat. Tentu dalam hal ini mempunyai simbol terhadap perayaan. Lebih-lebih pada zaman ini perayaan tradisi ini semakin dikembangkan oleh masyarakat sekitar, selain itu juga fenomena-fenomena yang unik yang terkandung dalam perayaan tradisi untuk mengetahui lebih jauh lagi mengenai perayaan tradisi yang dilakukan, maka peneliti akan mengungkapkan makna historis dan simbolisasi yang dilambangkan sebagai bentuk kepercayaan masyarakat sekitar. Sehingga dalam pelaksanaanya mengandung beberapa aspek mulai dari aspek antropologi, sosial dan psikologi rasa empati terhadap satu dengan yang lainya. Adapun penelitian ini merupakan penelitian yang mengacu pada observasi, dokumentasi untuk meninjau perayaan terhadap ritual perang timbung. Sehingga pada kesimpulanya tradisi perang timbung mempunyai nilai bentuk persatuan dan menjaga persaudaraan masyarakat. Kata kunci: Genealogi, Ritual, Tradisi, Perang Timbung ABSTRACT This paper aims to explore the historical significance of the tradition of the war scoring celebration, which is carried out as a form of ritual for the village of Pejanggik, Central Lombok. This research included qualitative descriptive research, in which the researcher explained the community's routine towards the war scales. This study obtained data by several methods, namely observation, interviews, and documentation with the pattern of respondents, namely the first of traditional leaders in the Village Pejanggik and some people. They are always involved in the process of scaling war rituals. Specifically, the timbung war tradition is a tradition carried out by the people to carry out forms of belief and ritual carried out by the forefathers as a form of solidarity that must be maintained. If traced from its implementation, the scabbard war contains a lot of history and symbolization, including the reading of prayers. Before the war, during celebrations, some people wear traditional clothes for all the people to wear. Of course, in this case, it has a symbol of celebration. Moreover, at this time the celebration of this tradition is increasingly being developed by the surrounding community, besides that also unique phenomena contained in the celebration of culture to find out more about the celebrations of the tradition carried out, the researcher will reveal the historical meaning and symbolization symbolized as a form of trust in the surrounding community so that the implementation contains several aspects ranging from aspects of anthropology, social and psychology, a sense of empathy for one another. The research is research that refers to observations, documentation to review the celebration of the ritual war scales. So that in conclusion, the timbung war tradition has the value of a form of unity and maintaining community fraternity. Keywords: Genealogy, Rituals, Tradition, Lead War 2 . Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta welydozan77@gmail.com